Defisit Rp. 9 Triliun, Fadli Zon: BPJS Kesehatan Mau Enaknya Saja…

November 28, 2017
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – BPJS Kesehatan terus berusaha semaksimal mungkin untuk keluar dari defisit sebesar Rp 9 triliun. Salah satu rencana untuk mengatasi defisit itu, yakni dengan tidak menanggung delapan jenis penyakit keras.Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mengatakan dirinya tidak setuju adanya wacana tersebut. Sebab, BPJS Kesehatan perlu mengcover semua penyakit-penyakit.“Enggak bisa dong BPJS Kesehatan mau enaknya saja, mau penyakit-penyakit yang enteng seperti batuk dan pilek,” ujar Fadli saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/11).Oleh sebab itu, wacana cost sharing BPJS Kesehatan ini sangat tidak adil bagi masyarakat. Lebih baik ungkap Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini masyarakat beralih menggunakan asuransi swasta.“Mendingan rakyat Indonesia enggak usah pakai BPJS pakai asuransi biasa saja sekalian,” katanya.Menurut Fadli, ekonomi Indonesia sangat sulit. Namun tidak serta merta menggunakan cara cost sharing delapan penyakit itu untuk menambah anggaran BPJS Kesehatan. Sebab bagaimanapun masyarakat kesehatannya tidak boleh dikorbankan.“Kalau menghemat juga tidak boleh mengkorbankan apa yang menjadi hak masyarakat,” pungkasnya.Sekadar informasi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR pada Kamis (23/11) lalu, BPJS Kesehatan mengeluhkan kondisi defisit yang mencapai Rp 9 triliun ini. Oleh sebab itu mereka mewacanakan untuk tidak lagi membiayai delapan jenis penyakit. Diantaranya adalah jantung, kanker, gagal ginjal, stroke, talasmis, sirosis, leukemia dan hemofilia.Delapan penyakit itu menurut BPJS Kesehatan menjadi penyebab begitu besarnya defisit. Karena pengobatannya berlangsung lama. Menteri Kesehatan (Menkes), Nila F Moeloek juga sempat menuturkan pembiayaan pasien gagal ginjal saja selama ini sudah mencapai Rp 2,3 triliun.

Komentar

VIDEO TERKINI