Lima Perwira Tolak Naik Pangkat, Alasannya Bikin Panglima TNI Terharu

November 20, 2017
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyematkan tanda kenaikan pangkat luar biasa kepada 57 prajurit TNI yang berhasil membuat kabur Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Jumat (17/11). Sementara itu lima perwira lainnya, menolak tanda kenaikan pangkat Luar Biasa dan membuat haru Panglima TNI.Operasi itu berhasil membuka jalan evakuasi 344 warga yang disandera oleh KKB selama hampir sebulan di Kampung Banti, Kimbeli dan Utikini, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua.Upacara pemberian kenaikan pangkat luar biasa dipusatkan di Desa Waa Banti, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, Minggu (19/11).Upacara ini dihadiri juga oleh para petinggi TNI dan Polri, pihak PT Freeport Indonesia dan para wartawan.Keterangan tertulis Polres Mimika Aiptu Hempi Ona.yang diterima Radar Timika (Jawa Pos Group), Minggu (19/11) menyebutkan, rombongan Panglima TNI tiba di lokasi upacara sekitar pukul 10.15 WIT dengan menumpang kendaraan kendaraan Rantis, 3 unit Bus Armor, dan 5 unit kendaraan Toyota LWB.Dari Mapolsek Tembagapura, rombongan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menuju Kampung Utikini Lama, Distrik Tembagapura.Panglima sendiri bertindak sebagai inspektur upacara dalam upacara ini dan selanjutnya memimpin upacara kenaikan pangkat.Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam amanatnya mengatakan, dirinya datang untuk memberikan penghargaan kepada prajurit -prajurit TNI terbaik dalam melaksanakan tugas pembebasan sandra dan Operasi bersama TNI dan Polri.“Saya punya keyakinan dan seyakin-yakinnya bahwa operasi ini berhasil karena bimbingan dan mukjizat dari Allah SWT Tuhan yang Maha Esa. Dan mengapa saya memberikan penghargaan, karena operasi ini dilakukan dengan sangat teliti dengan pengamatan intensif, dan didahului dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh Kapolda,” ujarnya.Ditegaskan Panglima TNI, langkah-langkah negosiasi oleh Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Boy Rafli Amar menurunkan para tokoh agama, pendeta, uskup, Komnas HAM, kepala suku, semua dilakukan.

Komentar

VIDEO TERKINI