Temuan ICW, Negara Rugi 133 Triliun dari Ekspor Batu Bara

November 11, 2017
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan indikasi kerugian negara dalam praktik ekspor dan produksi batu bara nasional. Angka kerugiannya terbilang fantastis, yakni mencapai Rp 133 triliun dalam kurun waktu 2006-2016.Koordinator Divisi Monitoring dan Analisis Anggaran ICW Firdaus Ilyas mengungkapkan, sesuai data produksi batu bara Indonesia selama priode 2006-2016 yang dihimpun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tercatat total produksi batu bara Indonesia sebesar 3.315,2 juta ton.Sementara dari data Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan data produksi batu bara pada periode yang sama sebesar 3.266,2 juta ton.“Dari situ bisa dilihat selisih data produksi sebesar 49,1 juta ton antara Kementerian ESDM dan BPS,” ucapnya di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (10/11).Dia juga menyebut bila dari data ekspor, terdapat perbedaan yang signifikan antara data Kementerian ESDM, Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan data dari negara pembeli yang dihimpun oleh ICW.Sesuai dengan catatan Kemendag, total ekspor batu bara Indonesia pada periode 2006-2016 sebesar 3.421,6 juta ton, sedangkan data Kementerian ESDM mencatat sebesar 2.902,1 juta ton.“Dari angka ini, tercatat adanya perbedaan sebesar 519,6 juta ton. Apabila dibandingkan dengan data yang dicatat oleh negara pembeli dalam periode yang sama, yaitu sebanyak 3.147,5 juta ton,” kata dia.Perbedaan ini juga terjadi dalam hal nilai ekspor batu bara Indonesia, pada periode 2006-2016, Kemendag mencatat sebesar USD 184,853 miliar. Sementara dari data negara pembeli, total nilai impor batu bara yang berasal dari Indonesia sebesar USD 226,525 miliar. Dari situ kata dia ada selisih USD 41,671 miliar.Selama periode 2006-2016, ICW menemukan indikasi nilai transaksi ekspor batu bara yang kurang dilaporkan atau dilaporkan secara tidak wajar mencapai USD 27,062 miliar. Angka ini setara dengan Rp 365,3 triliun dengan kurs Rp 13.500 per 1 USD.

Komentar

VIDEO TERKINI