Makin Seru, Pasar Karetan Hadirkan Atraksi Panahan

November 11, 2017
Belum ada gambar

KENDAL – Kreativitas itu berbatas langit! Nyaris tidak ada tepinya. Itulah yang menjadi sumber energi GenPI Jateng dalam berinovasi mengemas Pasar Karetan. Sebuah tempat untuk kopi darat alias kopdar di Dusun Segrumung, Desa Meteseh, Kec Boja, Kab Kendal itu.Minggu ke-2 Pasar Karetan di RadjaPendapa Camp itu bakal menghadirkan atraksi baru. Yakni panahan atau archery dari Semarang Archery School, yang selama ini berlatih di GOR Manunggal Jati, Jalan Taman Majapahit 1 Semarang. Sebuah cabang olahraga klasik, yang sudah berumur lebih dari 5000 tahun. Panahan melalui evolusi sejarah yang amat panjang.Dulu panah digunakan untuk berburu dan kemudian berkembang sebagai senjata dalam pertempuran. Kisah Arjuna, Abimanyu dan Adipati Karna dalam pewayangan juga menjadikan panah sebagai senjata andalannya. Panah Pasopati misalnya, sangat tersohor sampai-sampai kini menjadi julukan suporter Persis Solo.Lalu panahan berkembang lagi menjadi olahraga ketepatan melepas busur ke sasaran. Selama tujuh Olimpiade tanpa medali, akhirnya, untuk pertama kalinya, Indonesia meraih medali di Olimpiade Seoul, Korea Selatan, 1988. Cabang olahraga yang membuat bendera Merah Putih berkibar di pentas dunia adalah panahan!Medali perak tersebut diraih oleh 3 atlet putri dari cabang olahraga panahan nomor beregu, Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman, dan Kusuma Wardhani. Sayang, olahraga ini kurang popular, kurang banyak diminati, kalah ngehits dari sepak bola, basket, tenis, bulutangkis, tinju, dan lainnya.Panjang mengupas sejarah panahan. “Kami ingin memperkenalkan lebih dekat kepada masyarakat akan panahan ini melalui Pasar Karetan. Kami bekerjasama dengan Sekolah Panahan, mereka akan membawa perlengkapan panahnya ke Pasar Karetan, dan masyarakat bisa ikut mencoba melepas busur,” kata Mei Kristianti.

Komentar

VIDEO TERKINI