Mempertahankan Kenaikan Produksi Pertanian di Tengah Perubahan Iklim

November 2, 2017
Belum ada gambar

Menghadapi perubahan iklim yang terjadi saat ini, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian bersama dengan instansi terkait lainnya, antara lain TNI-AD dan petani tetap bertekad menggenjot produksi pertanian dengan melakukan upaya upaya adaptasi melalui berbagai macam program.Di antaranya yaitu kegiatan fokus adaptasi budidaya pertanian meliputi perbaikan manajemen pengelolaan air termasuk sistem dan jaringan irigasi, pengembangan teknologi panen air (embung, dam parit dan long-storage) dan efisiensi penggunaan air seperti irigasi tetes dan mulsa.“Kemudian pengembangan teknologi pengelolaan lahan untuk meningkatkan daya adaptasi tanaman, dan pengembangan sistem perlindungan usahatani dari kegagalan akibat perubahan iklim atau crop weather insurance,” tuturnya.Pengembangan infrastruktur air irigasi pada skala usaha tani oleh Kementerian Pertanian dilakukan melalui pola bantuan pemerintah dan dikerjakan secara swadaya melibatkan petani penerima manfaat. Petani dilibatkan dalam tahapan perencanaan, pelaksanaan serta perawatan infrastruktur bangunan.“Kegiatan tersebut berdampak sangat signifikan terhadap peningkatan indeks pertanaman dan penambahan luas areal tanam,” tambah pria yang pernah menjabat Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementan ini.Dia mencontohkan pembangunan infrastruktur Dam Parit (Damparit) di Kabupaten Bima dan Sukabumi dengan Bantuan pemerintah Rp 100 juta. Kegiatan pembangunan dam parit atau bendung sederhana dengan membendung aliran anak sungai dan menaikan air ke areal sawah sebagai suplesi irigasi.“Dengan pola bantuan pemerintah Rp 100 juta yang dikerjakan melalui swadaya petani dan masyarakat, mampu meningkatkan indeks pertanaman 0,5 pada lahan 45 ha. Sehingga dampak dari kegiatan ini adalah tambahan produksi sebanyak 135 ton Gabah Kering Panen (GKP),” jelas dia.Kemudian pembangunan infrastruktur embung pertanian yang dilaksanakan di Kabupaten Garut dan Ponorogo dengan bantuan pemerintah Rp 100 juta. Embung pertanian dibangun dengan tujuan untuk menampung air hujan dan run-off aliran mata air yang terbuang.

Komentar

VIDEO TERKINI