Mempertahankan Kenaikan Produksi Pertanian di Tengah Perubahan Iklim

November 2, 2017
Belum ada gambar

JAKARTA – Upaya khusus (Upsus) dengan target swasembada pangan pertanian sudah dilaksanakan sejak dimulainya era pemerintahan Jokowi-JK. Sinergi antara seluruh instansi dan pelaku terkait dalam menyukseskan program ini melibatkan pemerintah, petani, masyarakat dan TNI.Untuk mencapai target yang sudah ditetapkan investasi pemerintah secara refocusing di bidang infrastruktur irigasi, alat dan mesin pertanian dan sarana produksi lainnya. Dalam perjalanannya, faktor iklim menjadi suatu hal yang perlu disikapi melalui pendekatan mitigasi dan adaptasi.“Seperti yang terjadi pada tahun 2015 terjadinya fenomina el-nino (kekeringan) menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencapaian kenaikan produksi pertanian, khususnya padi,” kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Pending Dadih Permana, Rabu (1/11)Pending Dadih menjelaskan, perubahan pola hujan saat ini sudah terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Seperti pergeseran awal musim hujan dan perubahan intensitas curah hujan bulanan dengan keragaman dan deviasi yang semakin tinggi serta peningkatan frekuensi kejadian iklim ekstrim, terutama curah hujan, angin, banjir dan rob.“Perubahan Iklim yang terjadi saat ini berpengaruh terhadap eksistensi sumberdaya lahan dan air, penurunan luas areal tanam dan produktivitas pertanian,” ungkapnya.Degradasi sumberdaya lahan dan sumberdaya air akibat dari perubahan iklim, jelas dia, menuntut untuk segera dilakukan upaya adaptasi terutama pada infrastruktur pengairan untuk meminimalisir terjadinya ancaman kekeringan atau banjir. Dengan luasan lahan sawah tadah hujan di Indonesia seluas 2,8 juta ha, apabila tidak dikelola dengan strategi adaptasi terhadap perubahan iklim, akan menjadikan lahan tersebut terlantar pada musim kemarau dan kelebihan air pada musim penghujan.“Ancaman banjir semakin intensif yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi produksi terutama akibat meningkatnya serangan hama dan penyakit tanaman. Terdapat indikasi, sawah yang terkena banjir pada musim sebelumnya berpotensi besar terserang hama wereng coklat,” ujarnya.

Komentar

VIDEO TERKINI