Yang Pertama Diswastanisasi Pemerintah Adalah Pelabuhan

Oktober 18, 2017

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menepis kabar pemerintah berencana mau menjual Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hanya mendorong kerja sama dengan swasta.Luhut mengatakan, pemer­intah ingin mendorong perusa­haan pelat merah bekerja sama dengan swasta agar pengelo­laan keuangan BUMN efisien. Dan, pada sisi lain swasta bisa berkembang.“Tidak ada penjualan itu. Yang dilakukan itu kerja sama, seh­ingga pihak swasta juga berkem­bang. Jadi kalau kita dibilang jual BUMN untuk bayar utang, itu penyesatan informasi,” tegas Luhut di kantornya, di Jakarta, kemarin.Luhut menyebutkan, salah satu kerja sama yang akan dik­erja samakan dengan swasta yakni pengelolaan pelabuhan. Langkah ini dilakukan untuk mendorong efisiensi biaya pen­gelolaan pelabuhan yang selama ini ditanggung pemerintah.Dia menambahkan, saat ini ada beberapa tempat yang tengah disiapkan untuk dik­erjasamakan dengan swasta. Di antaranya Pelabuhan Sin­tete di Kalimantan Barat dan pembangunan pelabuhan di Jawa Timur.“Ini akan membuat BUMN semakin efisien. Nanti dana itu bisa dipakai lagi untuk tempat lain,” imbuhnya.Kabar pemerintah mau men­jual BUMN telah beredar se­jak dua pekan lalu. Hal itu dipicu dari pernyataan Presiden Jokowi yang mengkritik BUMN memiliki banyak anak dan cucu usaha yang jumlahnya menca­pai 800 perusahaan. Apalagi, ada BUMN yang usahanya merambah ke sektor usaha kecil dan menengah. Jokowi memer­intahkan Kementerian BUMN agar melakukan merger (peng­abungan) atau dijual. Isu ini kemudian menimbulkan banyak spekulasi antara lain dikaitkan dengan tagihan utang pemer­intah yang akan banyak jatuh tempo pada tahun depan.Menteri Perhubungan (Men­hub) Budi Karya belum lama ini telah merilis daftar pelabuhan dan bandara yang akan dikerja samakan dengan swasta.

Komentar