Pemkot Semarang Bangun Gedung ICU Untuk Warga Miskin

Oktober 6, 2017

RAKYATJATENG, SEMARANG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KRMT Wongsonegoro, Kamis (5/10). Sidak ini digelar guna untuk mengecek progres pembangunan gedung IBS ICU Terpadu.Setiba di RSUD, Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi yang datang sekitar pukul 10.00 WIB dengan menggunakan baju berwarna putih itu, langsung masuk melalui pintu IGD lalu berjalan cepat ke arah lokasi gedung tersebut dibangun.Tak lama kemudian, terlihat Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro, Susi Herawati dan Wakil Direktur Pelayanan, Abdul Hakam datang menyusul.Kedatangannya kali ini, untuk memastikan pembangunan gedung IBS ICU Terpadu sesuai dengan rencana, serta dapat segera digunakan.Pasalnya, Walikota Hendi merasa bahwa pengoperasian gedung ICU Terpadu tersebut sudah sangat mendesak, untuk dapat melayani lebih banyak warga tidak mampu di Kota Semarang. Dia tidak ingin ada warga tak mampu yang tidak terlayani karena keterbatasan fasilitas.Gedung IBS ICU sendiri dibangun di lahan seluas 2000 meter persegi dengan menelan biaya sekitar Rp 59 miliar.Gedung yang dibangun berlantai 4 tersebut nantinya akan digunakan untuk menjalankan aktifitas intensif care di antaranya pelayanan Bedah, Radiologi dan PICU NICU.Walikota Hendi menjelaskan jika pembangunan gedung tersebut, targetnya harus selesai pada bulan Desember. “Pembangunan gedungnya saya cek, pembangunannya sudah mencapai 50 persen dan tidak ditemukan ada kendala yang menghambat,” katanya.”Harapannya tentu saja pembangunannya dapat sesuai rencana, alat-alat kesehatannya dapat segera disiapkan, dan gedung ini segera beroperasi,” imbuhnya.Sementara itu Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro, Susi Herawati mengatakan, bahwa saat ini RSUD KRMT Wongsonegoro memang kerap mendapatkan rujukan pasien tidak mampu dari rumah sakit lain.

Komentar