Lewat Teleconferences, Mentan Amran Saksikan Penanaman Keledai Serentak di 20 Provinsi

Oktober 6, 2017
Belum ada gambar

Kegiatan ini bagian dari Program Upaya Khusus (Upsus) swasembada padi, jagung, dan kedelai (pajale). Lokasi memanfaatkan lahan bekas pertambangan, perkebunan tanaman belum menghasilkan (TBM), lahan kering, lahan bera, lahan tidur, lahan pasang surut, dan lahan eks perluasan areal tanam baru (PATB) jagung.Adapun total bantuan pemerintah sebesar 1,26 juta/ha/paket. Paket terdiri dari benih, pupuk urea subsidi, pestisida, dulomid atau kapuk, dan alsintan. Bantuan langsung ditransfer kepada poktan setempat. Untuk pestisida dan kapur, diberikan sesuai kebutuhan.“Tadinya target swasembada kedelai di tahun 2019. Tapi, target kami majukan dan kami akan berupaya keras untuk pencapaiannya di tahun 2018,” ujarnya. Kementan sendiri telah berhasil mewujudkan swasembada beras dan jagung.Salah satu lokasi penanaman kedelai berada di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dengan luas area 17 ribu ha. Pertimbangannya, varietas grobogan memiliki keunggulan, seperti usia tanaman pendek 76 hari,​​ berat biji kedelai 18 gram/100 biji dan rata-rata produksi 3,4 ton/ha.“Untuk menjadikan Grobogan pusat kedelai nasional, maka areal 20 ribu hektare ditingkatkan jadi 100 ribu hektare. Hal ini, juga akan mengurangi ketergantungan impor kedelai secara bertahap,” beber Gatot. Grobogan merupakan penghasil kedelai terbesar di Jateng dengan kontrobusi 30 persen untuk provinsi dan 4,9 persen guna memenuhi kebutuhan nasional.Dalam kesempatan tanam perdana bersama petani, dia mengingatkan pentingnya peran petugas Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) menggunakan open camera, agar data pertanian tercatat dengan baik. Soalnya, banyak data penanaman yang belum ter-cover. (Aiy/Fajar)  

Komentar

VIDEO TERKINI