Lewat Teleconferences, Mentan Amran Saksikan Penanaman Keledai Serentak di 20 Provinsi

Oktober 6, 2017

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya melakukan swasembada pangan pada beberapa jenis kebutuhan pokok.Sebut saja padi, jagung, bawang dan kebutuhan lainnya. Saat ini, petani di 20 Provinsi di Idnonesia sedang menggelar tanam kedelai perdana secara serempak dan dipantau langsung oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dari kantornya di Jakarta lewat teleconferences.“Mari kita support gerak tanam kedelai, agar bisa setop impor dalam 2-3 tahun ke depan,” ujar Menteri Amran saat berbincang dengan perwakilan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, melalui teleconference di kantornya. Selain Sumut, dia juga menyapa beberapa perwakilan dari sejumlah daerah, seperti Jambi, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur, Lampung, Bengkulu, serta Riau.Pada kesempatan tersebut, peraih gelar Doktor Ilmu Pertanian dari Universitas Hasanuddin (Unhas) ini pun bertanya tentang kendala yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan tanam kedelai. “Ada kesulitan-kesulitan benih?” tanya Menteri Amran.“Alhamdulillah, sudah siap, alsintan (alat dan mesin pertanian), pupuk, benih. Kelompok tani pendukung, mahasiswa, pemuda tani, siap mendukung pengembangan kedelai di Kalimantan Selatan. Ada Bupati Tanah Laut,” jawab Kepala Dinas Pertanian Kalimantan Selatan.Menteri Amran pun meminta, agar selalu berada di tengah-tengah petani sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo sekaligus melibatkan para pemuda, agar mereka terlibat aktif di sektor pertanian. “Hari ini mulai kelihatan minat mereka,” jelasnya.Peraih FKPTPI Award 2011 itu juga menegaskan, pemerintah telah menjamin kesejahteraan petani dengan penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp8.500/kg. “Jadi, tidak usah ragu. Seperti halnya jagung, dijamin harganya oleh pemerintah,” ungkapnya. HPP tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27/M-DAG/PER/5/2017.Sementara, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Sumarjo Gatot Irianto, menerangkan, kegiatan tanam kedelai tersebut dilakukan di lahan seluas 500 ribu hektare dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017. Rinciannya, di Sumatera 153 ribu ha, Jawa 130 ribu ha, Kalimantan 27 ribu ha, Sulawesi 110 ribu ha, serta NTT dan NTB masing-masing 40 ribu ha.

Komentar