Survei LKPI di Pilkada Jateng, Dua Eks Menteri Tak Mampu Goyang Ganjar.. tapi…

Oktober 1, 2017
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tensi Pilkada Jawa Tengah (Jateng) 2018 mulai memanas. Para calon-calon gubernur mulai muncul memperkenalkan diri mereka ke publik.Sedikitnya sudah ada empat bakal calon gubernur yang sudah perkenalkan diri ke publik, yakni petahana gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono, mantan Menteri Desa Marwan Jaffar dan eks Menteri ESDM Sudirman Said.Keempat kandidat ini akan saling gesek untuk menduduki kursi orang nomor satu di Provinsi Jateng. Untuk mengukur seberapa besar elektabilitas Ganjar dan bakal calon lainnya, Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) kembali menggelar survei untuk menyambut Pilgub Jateng 2018.Hasilnya, kata Direktur Eksekutif LKPI, Arifin Nur Cahyono melalui keterangan tertulisnya pada Jawapos (Grup Jaw Pos), tingkat popularitas Ganjar Pranowo masih berada di peringkat paling atas dengan 78,8 persen.Disusul kemudian oleh Ferry Juliantono sebesar 67,3 persen, Marwan Jaffar 66,2 persen, dan Sudirman Said 51,2 persen.“Ganjar masih tetap yang terpopuler, namun Ferry mulai melejit mengalahkan dua manta menteri,” ujar Arifin, Minggu (1/10).Survei LKPI kali ini juga mencari tahu soal tingkat kepuasan masyarakat Jawa Tengah terhadap kinerja Gubernur Ganjar Pranowo. Hasilnya, mayoritas publik menilai kinerja Ganjar yang merupkan politisi PDI Perjuangan itu sangat rendah.“Hal itu berdasar tergambar dari hasil jawaban responden terkait tingkat kepuasan yang hanya mencapai angka 22,5 persen. Sementara, tingkat ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur Ganjar lebih tinggi, sebesar 55,3 persen. Sisanya 22,2 persen tidak memberikan pendapat,” bebernya.Lebih lanjut kata Arifin, ketidakpuasan masyarakat Jawa Tengah terhadap kepemimpinan Ganjar Pranomo meliputi beberapa aspek. Yakni masih maraknya praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.Responden yang tidak puas dengan keadaan itu sebanyak 30,4 persen. Kemudian tak puas dengan ekonomi masyarakat 31,6 persen, pembangunan infrastruktur 6,4 persen, pelayanan kesehatan 12,1 persen, pendidikan yang terjangkau 9,2 persen dan ketidakmampuan akan pelayanan publik sebesar 9,3 persen.

Komentar

VIDEO TERKINI