Warga Kanada Minta Copot Gelar Kehormatan Suu Kyi

September 14, 2017
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID – Sikap lamban Aung San Suu Kyi terkait krisis Rohingya juga membuat warga Kanada kesal.Warga Negeri Mapel ini mendesak pemerintahnya mencopot gelar warga kehormatan yang disematkan kepada Suu Kyi.Suu Kyi dihadiahi gelar kehor­matan pada 2008 karena diang­gap sebagai tokoh demokra­si. Namun, melihat kondisi di Myanmar dan lambannya sikap Suu Kyi saat melihat adanya konflik sosial di negaranya, membuat Kanada gerah.Sebagai negara yang menjun­jung tinggi nilai kemanusiaan dan toleransi, warga Kanada enggan Suu Kyi menjadi bagian dari mereka.Anwar Arkani, salah satu etnis Rohingya yang kini menetap di Kanada, mengatakan lebih dari 17 anggota keluarganya masih terlunta-lunta di Myanmar.“Saya sebagai etnis Rohingya tidak bisa tinggal diam. Masih banyak keluarga kami yang disiksa di sana,” ujar Arkani. Dia bersyukur bisa keluar dari penderitaan dan memiliki kehidupan nyaman di Kanada.“Kami mendesak Pemerintah Kanada bersikap tegas kepada Suu Kyi,” ujar Arkani.Sejauh ini Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau sudah menyampaikan kecewanya atas sikap Pemerintah Myanmar yang dianggap lalai menangani nasib Rohingya.“Kanada sangat khawatir dengan kondisi warga Rohingya. Warga negara seharusnya dilindungi pemerintah,” kicau Trudeau di medsos Twitter.Ubah Aturan NobelSetelah aturan menyebutkan hadiah Nobel Perdamaian Suu Kyi tidak bisa dicopot, meluncurlah petisi baru yang mendesak komite Nobel Perdamaian mengubah peraturan mereka. Kemarin, petisi itu sudah ditandatangani lebih dari 600 ribu orang.Mereka mendesak komite Nobel perdamaian di Oslo, Norwegia, mengubah peraturan internal sehingga Nobel Perda­maian untuk Aung San Suu Kyi bisa dicabut karena dianggap tak berbuat banyak untuk menga­tasi krisis Rohingya di Rakhine, Myanmar.Rencananya petisi ini akan disampaikan ke Komite di Oslo begitu mencapai satu juta pendu­kung, kata salah seorang inisia­tor petisi, Agus Sari.

Komentar

VIDEO TERKINI