Ini Kesaksian Wartawan BBC Terhadap Etnis Rohingya yang Dibantai

September 8, 2017
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, MAUNGDAW – Kekerasan yang terjadi terhadap warga Rohingya oleh Bidis dan Militer Myanmar memang benar adanya. Salah seorang wartawan BBC Jonathan Head mengonfirmasikan pengakuan warga Etnis Rohingya saat dirinya berhasil menembus zona pembantaian. Dengan mata kepalanya, Ia menyaksikan sendiri sisa-sisa kekerasan yang dilakukan terhadap Etnis Rohingya.Koresponden BBC untuk Asia itu mengaku melihat desa muslim Rohingya dibakar oleh sekelompok Buddhis di Myanmar. Kesaksian Jonathan itu menepis bantahan pemerintah Myanmar selama ini yang terus menampik pengakuan tentang aksi keji terhadap warga sipil Rohingya sejak kekerasan meletus dua pekan lalu.Jonathan masuk ke Rakhine pada Rabu lalu (6/9) sebagai bagian dari jurnalis yang diundang pemerintah Myanmar untuk melihat situasi di Maungdaw di dekat perbatasan Myanmar. “Kami tidak pergi secara independen, dan kami dibawa menuju tempat-tempat yang dipilih pemerintah untuk kami,” ujarnya.Jonathan dan para jurnalis lainnya sebenarnya sudah meminta untuk dibawa ke area lainnya sekalipun masih di dekat Maungdaw. Namun, permintaan itu ditolak karena tidak aman.Militer Myanmar Bakar Ratusan Jasad Warga Rohingya demi Tutupi Bukti“Kami kembali dari kunjungan ke kota Al Le Than Kyaw di selatan Maungdaw yang masih berasap, memicu dugaan bahwa rumah-rumah baru saja berkobar,” tuturnya.Sebagaimana pengakuan Jonathan, polisi Myanmar menyebut penduduk Rohingya justru yang membakar rumah-rumah mereka sendiri. Padahal, sebagian besar penduduk Rohingya sebenarnya telah melarikan diri setelah militan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) menyerang pos polisi di kota itu pada 25 Agustus lalu.“Di sana kami melihat setidaknya tiga kolom asap di kejauhan dan mendengar suara dari senapan otomatis secara sporadis,” sambungnya.Saat dalam perjalanan kembali, Jonathan juga melihat kepulan asap berukuran besar dari areal persawahan yang biasanya menjadi penanda bagi sebuah desa. Jonathan dan wartawan lainnya bergegas ke lokasi kebakaran.

Komentar

VIDEO TERKINI