Mengejutkan, Tere Liye Putuskan Berhenti Menulis Buku

September 7, 2017
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penulis Tere Liye dikabarkan secara mendadak memutuskan untuk berhenti menulis buku. Hal itu Ia lakukan karena dikenakan pajak. Redaksi Fajar mencoba menelusuri kebenaran kabar tersebut melalui akun sosial medianya, Kamis (7/9).Lewat Fanpage resminya, Tere Liye mengungkapkan alasannya untuk berhenti menulis buku. Namun dikatakan, tulisan-tulisannya tetap dipublikasikan lewat sosial media.Berikut curhat Tere Lye.“Kalian harus tahu, penulis buku adalah orang paling dermawan kepada negara. Kalian harus sopan sekali kepada penulis buku, karena dia membayar pajak lebih banyak dibanding kalian semua. 🙂 Eh, saya serius loh, tidak sedang bergurau.Di sebuah komplek misalnya, ada 10 rumah. Rumah A adalah dokter, Rumah B adalah akuntan, Rumah C adalah arsitek, Rumah D adalah pengusaha, Rumah E adalah pengacara, Rumah F adalah karyawan swasta, Rumah G adalah PNS, Rumah H adalah artis terkenal, Rumah I adalah motivator, dan Rumah J adalah Penulis Buku. Maka penulis buku adalah orang yang membayar pajak paling banyak.Kita anggap saja 10 rumah ini semuanya sama penghasilannya: 1 Milyar/tahun. Dan kita anggap saja PTKP (penghasilan tidak kena pajak) rumah ini sama–jadi kita anggap PTKP-nya nol saja, untuk memudahkan ilustrasi.Maka dokter (A), akuntan (B), arsitek (C), artis terkenal (H), motivator (I), pajaknya dihitung sbb: 1 Milyar x 50% (rasio NPPN, kurang lebih demikian rasionya, biar sederhana), dapatlah 500 juta penghasilan netto. Lantas dikalikan lapisan (layer) pajak penghasilan progresif, 50 juta pertama tarifnya 5%, 50-250 juta berikutnya tarifnya 15%, lantas 250-500 juta berikutnya tarifnya 25%. Total pajak rumah2 ini adalah hanya: 95 juta.Sementara Rumah D, karena dia adalah pengusaha UMKM, maka tarif pajaknya hanya 1% dari omzet bruto. Rp 1 Milyar x 1% = Rp 10.000.000. Selesai. Mudah menghitungnya. Tentu, mengingat sifatnya bisnis, belum tentu semua 1 M tadi adalah penghasilan bersih, karena dia harus membeli bahan2, dll. Tapi tetap saja, pajak mereka murah sekali, hanya 1%.

Komentar

VIDEO TERKINI