Film Sunset Di Pantai Losari Tayang Akhir Tahun 

September 7, 2017
Belum ada gambar

JAKARTA – Gairah perfilman nasional sedang bangkit dari Makassar dan Jakarta. Berbagai karya film sineas asal Makassar baik yang menetap di Ibukota maupun di Makassar melahirkan sejumlah film yang bertemakan cerita lokal, sanggup memikat penonton, termasuk para penggemar film di Jakarta dan sekitarnya.Cerita-cerita lokal seperti Bombe, Parakang, Uang Panai, Silariang mendorong insan perfilman, terutama putra-putri Makassar membuat film serupa.Pada September ini misalnya, Aca Hasanuddin, seorang sutradara yang terkenal lewat sinetron Penjual Bubur Naik Haji, akan syuting film Sunset di Pantai Losari di Makassar, Soppeng  dan Toraja. Menurut Aca, naskah ini sudah dipersiapkan sejak lama, namun lantaran film-film Makassar dua tahun ini lagi booming, maka Aca juga tertarik untuk membuat film bertemakan cerita daerah. “Insya Allah pada akhir tahun ini film Sunset di Pantai Losari sudah tayang di seluruh bioskop Indonesia,” kata Aca.Sebelumnya film Parakang dan Silariang mengusung tema lokal. Parakang adalah genre horor sementara Silariang mengangkat cerita adat budaya Bugis Makassar menyangkut hubungan perkawinan dua anak manusia. Adat seringkali menjadi penghalang berpagutnya dua cinta untuk saling menyatu.Dari sekian film yang tayang, film Uang Panai yang tayang tahun lalu, sukses secara komersil karena mampu menyedot penonton lebih dari setegah juta orang. Tak mudah bagi film daerah yang mampu bertahan hingga 2 minggu di bioskop Jakarta.Namun, yang justru menjadi film terbaik pada Festifal Film Nasional tahun 2017 ini adalah Athirah, — kisah tentang ibu Jusuf Kalla, — karya sutradara nasional asal Makassar Riri Riza. Meski begitu, Athirah tidak mampu memikat penonton sebanyak Uang Panai.Baso Natsir, pegiat film di Jakarta saat ini juga pulan kampung ke Makassar untuk menggarap film bertema cerita lokal. “Saya pulang kampung untuk membagi ilmu dan menggairahkan film daerah,” ujar Baso.

Komentar

VIDEO TERKINI