Badai Irma di Depan Mata, Hanya Tuhan yang Mampu Lindungi AS

September 7, 2017
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID – Setelah “menyapa” Karibia pada Rabu pagi waktu setempat, badai Irma diprediksi bakal menghantam pantai Florida, Amerika Serikat (AS), pada akhir pekan ini.Badai ini adalah badai Samudera Atlantik yang paling kuat dalam sejarah.Menurut Pusat Badai Nasional, mata badai Irma tersebut melewati Antigua dan Barbuda sekitar pukul 02.00 waku setempat hari ini, Rabu (6/9).Warga mengatakan melalui radio lokal bahwa saluran telepon langsung terputus begitu badai melintas. ”Semoga Tuhan melindungi kita semua,” kata pihak berwenang setempat.Pusat Badai Nasional mengatakan Irma membawa angin kencang berkecepatan 298 kilometer per jam saat menyerang Kepulauan Leeward. Selain angin superkencang, badai juga diikuti hujan ebat yang sangat kuat.Badai itu diprediksi menuju barat menuju Puerto Riko, Republik Dominika, Haiti, dan Kuba. Dan, Irma bisa mencapai Florida pada Jumat (8/9) waktu setempat.Otoritas keamanan sipil Amerika pun langsung melayangkan perintah evakuasi untuk warga Florida. Mereka diharuskan keluar Florida secepatnya.Presiden Donald Trump juga telah mengumumkan keadaan darurat di Florida, Puerto Rico, dan Kepulauan Virgin Amerika. ”Kami akan mengevakuasi enam pulau di kawasan Selatan,” ujar otoritas Kepulauan Bahama.

Jackie Kreuter, 56, dari Gulfport, Florida, melemparkan perabotannya ke kolam renang dengan harapan bila nanti badai Irma menyerang furniturnya tidak terbang terbawa badai. (Foto: AP Photo)

Sudah 25 tahun sejak badai Kategori 5 terakhir melanda Amerika Serikat. Dan Irma berpotensi menjadi badai keempat yang masuk ke dalam angin topan terburuk AS. Badai Kategori 5 adalah badai dengan tingkat kerusakan sangat tinggi.Rumah dan gedung bisa terbawa terbang. Pun demikian dengan pepohonan dan tiang listrik. Mereka akan tercabut dari dasarnya. Pemadaman listrik bisa berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Dan daerah yang terkena dampak Irma akan lama pulihnya.

Komentar

VIDEO TERKINI