Akumindo Sambut Baik Paket Ekonomi VXI

September 7, 2017
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Presiden Jokowi kembali mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid 16. Paket tersebut berisikan tentang upaya percepatan penerbitan perizinan berusaha dari tingkat pusat hingga daerah. Selain itu, paket ke kebijakan ini juga dianggap berpihak kepada pelaku UMKM.Dikatakan Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun, kalau paket kebijakan ke 16 ini sangat berpihak kepada UMKM. Dirinya pun optimis melalui kebijakan ini akan meningkatkan kesejahteraan bagi para pelaku UMKM, yang sebagian besar berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah.” Memang salah satu yang kerap dikeluhkan para pelaku UMKM untuk mau membuka usahanya adalah dari perizinan. Dengan paket ekonomi ke 16 ini akan sangat membantu,” ujarnya kepada fajar.co.id, Rabu 6 September 2017.Paket kebijakan ekonomi ke 16 disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, saat acara peluncuran sekuritisasi aset di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.“Kebijakan ini juga bertujuan menyelesaikan hambatan dalam proses pelaksanaan serta memanfaatkan teknologi informasi melalui penerapan sistem perizinan terintegrasi (single submission),” kata Darmin.Darmin menyadari kondisi pelayanan saat ini yang belum optimal. Misalnya saja, perizinan masih bersifat parsial dan tidak terintegrasi, sekuensial (berurutan), belum seluruhnya menggunakan teknologi informasi (online), waktu penyelesaian dan biaya perizinan yang tidak jelas, serta paradigma di tubuh birokrasi sendiri sebagai “pemberi izin” dan belum “melayani”.Di samping itu, beberapa indikator juga menunjukkan bahwa kinerja realisasi investasi, meski tumbuh tetapi masih di bawah target yang ditetapkan. Di antaranya realisasi investasi dunia ke Indonesia masih rendah (1,97%) dengan rata-rata per tahun (2012-2016) sebesar US$ 1.417,58 miliar.Selanjutnya capaian target rasio investasi sebesar 32,7% (2012-2016), di bawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 38,9% pada tahun 2019, realisasi investasi masih rendah dibandingkan dengan pengajuan/komitmen investasi untuk Penanaman Modal Asing (PMA) 27,5% dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) 31,8% (2010-2016), dan belum seimbangnya wilayah investasi di mana investasi di Jawa di atas 50% dibandingkan dengan Luar Jawa.

Komentar

VIDEO TERKINI