Suu Kyi Diam di ”Rumah”, Tak Peduli Darah Mengucur di Halaman

September 3, 2017
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID – Pada hari-hari ketika puluhan ribu etnis Rohingya harus mengungsi karena tak tahan terus-menerus jadi korban kekerasan di kampung halaman sendiri, semua sadar kini, Aung San Suu Kyi ternyata memang bukan Nelson Mandela, peraih Nobel Perdamaian 1993 yang akrab disapa Madiba.Penasihat negara Myanmar itu ternyata bukan pemimpin yang berani mengambil risiko demi kepentingan yang jauh lebih agung. Untuk bangsanya. Untuk kemanusiaan.Padahal, sudah lebih dari 400 orang tewas akibat kebrutalan militer Myanmar kepada etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine sejak 25 Agustus. Itu versi pemerintah. Angka sebenarnya di lapangan bisa jauh lebih tinggi lagi.Itu belum korban pemerkosaan, pembakaran rumah, dan yang harus mengungsi. Itu baru di tahun ini. Belum termasuk korban kekerasan serupa pada 2012. Belum di era 1990-an. Atau 1980-an. Atau 1970-an…Begitu panjang jejak kekerasan kepada Rohingya, etnis muslim yang turut memperjuangkan kemerdekaan Myanmar, sebuah negara yang sebagian besar penduduknya memeluk Buddha itu. Tak heran kalau PBB menyebut kaum tanpa kewarganegaraan tersebut sebagai kalangan minoritas yang paling sering jadi korban persekusi.Dan, apa yang dilakukan Daw Suu, si mantan aktivis prodemokrasi itu, di hadapan kekerasan tiada henti tersebut? Diam. Kalaupun bersuara, yang dia persoalkan justru biskuit dari World Food Programme untuk mereka yang terdampak tragedi kemanusiaan tersebut.”Staf-staf INGO (international non-governmental organization atau organisasi non-pemerintah internasional) membantu teroris yang bersembunyi di Desa Taungbazar, Rakhine. Biskuit World Food Programme (WFP) kami temukan di sana,” tulisnya di akun Facebook State Counsellor Office of Information Committee itu.Yang terjadi kemudian, pemerintah Myanmar menghentikan distribusi biskuit berenergi dari WFP. Akibatnya, sekitar 800.000 balita kurang gizi yang selama ini menjadi sasaran utama biskuit tersebut terpaksa mengonsumsi makanan seadanya.

Komentar

VIDEO TERKINI