Tak Hanya Saracen, Media Lain Juga Kerap Tebar “Hoax”

Agustus 29, 2017
Belum ada gambar

Media memberitakan Saracen adalah sebuah sindikat yang besar dengan 800.000 akun yang kerjaannya menyebarkan kebencian menggunakan SARA dan juga menyebarkan gambar-gambar yang menghina presiden.

==========================

Oleh: Bastian P Simanjuntak

Presiden Gerakan Pribumi Indonesia

==========================

MENURUT saya, kasus SARACEN sebenarnya kasus biasa-biasa saja. Sebab pembentukan opini melalui sosial media sudah berlangsung sejak tahun 2014 lalu.Bahkan bukan social media saja yang secara masif mewartakan berita-berita yang memiliki tujuan tertentu, tidak kalah dustanya media maintream juga melakukan hal yang sama, seringkali mengeluarkan berita yang menguntungkan satu pihak dan juga sekaligus merugikan pihak lain.Sejak tahun 1998 pemberitaan hoax juga sudah terjadi di mana masyarakat di giring opininya seolah-olah Prabowo Subianto yang kejam yang dipersepsikan sebagai otak pelaku kerusuhan 98, namun kenyataannya tuduhan itu tidak terbukti dan dalang kasus pelanggaran HAM tahun 1998 hingga saat ini masih belum terungkap.Masyarakatpun selama ini tahu bahwa media-media mainstream seringkali memanipulasi berita untuk tujuan-tujuan tertentu. Berita yang disajikan pun tergantung dari para pemilik media yang selama ikut-ikutan berpolitik memerintahkan pimpinan redaksinya memuat berita yang tidak netral.Kompas, Metro TV, detik.com, BeritaSatu, dicurigai sebagai media yang pro kepada pemerintahan dan anti kepada kelompok Islam.Tentunya kita masih ingat kejadian reporter Metro TV yang diusir oleh kerumunan pendemo dalam peristiwa 212, reporter Metro Tv diteriaki oleh pendemo sebagai Metro Tipu. Julukan Metro Tipu muncul akibat Metro TV tidak mewartakan berita secara seimbang dan bahkan seringkali memelintir berita untuk kepentingan tertentu. MetroTV Dianggap sebagai media televisi yang sering memberitakan berita bohong atau hoax.Selain stasiun televisi yang memberitakan berita hoax ada juga media online yang selama ini sering menghina pihak-pihak yang tidak Pro kepada pemerintah. Contohnya seperti seword.com dan Gerilyapolitik.

Komentar

VIDEO TERKINI