Survei LJSI di Jawa Timur, Warganya Ternyata Milih…

Agustus 15, 2017

Lembaga Jaringan Suara Indonesia (LJSI) menggelar survei untuk menakar keterpilihan para tokoh bakal calon gubernur Jawa Timur di pilgub 2018.Survei yang digelar pada tanggal 3 sampai 10 Agustus ini mengusung tema “Suara Masyarakat Jawa Timur Memilih Gubernur Jawa Timur 2018-2023”.Survei diadakan di 29 Kabupaten dan 9 Kota di Jawa Timur dengan metode wawancara tatap muka kepada 1.613 responden yang sudah memenuhi hak pilih.Sampel responden dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling. Sementara, margin of error survei kurang lebih sebesar 2,44 persen dengan tingkat kepercayaannya sebesar 95 persen.Direktur LJSI, Fahrurizal Fan menyampaikan, dari 1613 responden hanya 57,3 persen yang mengetahui akan adanya Pemilihan Gubenur Jawa Timur pada Juni 2018.“Sementara sisanya sebanyak 42,7 persen responden sama sekali tidak tahu akan adanya Pilgub pada tahun depan, tentu saja hasil Survei ini menunjukkan kalau KPU kurang bersosialisasi,” katanya dalam keterangan tertulisnya yang diterima JawaPos.com, Senin (14/8).Hasil survei soal tingkat popularitas tokoh, kata Fahrurizal, menunjukkan bahwa Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf mendapat persentase sebesar 71,2 persen, lalu Anggota DPR RI dari Partai Demokrat Nur Hayati Ali Assegaf yang tingkat popularitasnya 41,2 persen, kemudian inspektur Pemprov Jatim Nurwiyatno sebesar 42,1 persen.Di samping itu, ada La Nyalla Mattalitti Ketua Kadin Jatim yang tingkat popularitasnya 74,3 persen, Khofifah Indar Parawangsa yang sudah dua kali menjadi cagub Jatim yaitu 76,2 persen, sedangkan Tri Rismaharini Walikota Surabaya memiliki tingkat popularitas 70,4 persen. “Dari popularitas Khofifah tertinggi, sementara Gus Ipul masih di bawah La Nyalla,” imbuhnya.Sementara itu, dari tingkat akseptabilitas, masyarakat Jawa Timur ternyata lebih menerima La Nyala, terbukti 85,2 persen responden lebih memilih La Nyalla, disusul dengan Tri Rismaharini dengan persentase sebesar 74,3 persen.

Komentar