Media Cetak di Amerika Serikat Meradang (1)

Agustus 13, 2017
Belum ada gambar

Masa jaya media cetak di Amerika Serikat kini tinggal kenangan. Sekitar 1980-an, boleh dibilang booming media cetak di hampir semua negara bagian AS.

==========================

Oleh: Sukriansyah S. Latief

Wartawan Senior Harian FAJAR

==========================

PENGHASILAN media cetak sangat besar dari iklan, karena roda perekonomian Amerika begitu kencang berputar. Budaya konsumtif masyarakat sejak 6 dasawarsa lalu mendorong naiknya omzet iklan dan keuntungan bagi media cetak di Negeri Paman Sam itu. Namun, di akhir tahun 1990, keadaan berbalik, ekonomi mulai guncang, dan kian terasa dalam 5 tahun terakhir ini. Kini, satu per satu, media cetak di Amerika meradang. Setiap minggu, ada saja media cetak yang memutuskan hubungan kerja dengan karyawanya, dengan alasan efisiensi.Menurut Profesor Robert Jensen Ph.D, staf pengajar dari Universitas Texas di Austin, salah satu penyebab runtuhnya media cetak di Amerika adalah berkurangnya pemasangan iklan di media akibat perekonomian yang keropos. Sejak 6 dasawarsa Amerika telah menikmati masa jaya dengan tingkat perekonomian masyarakat yang sangat tinggi. Tapi hal ini membuat rakyat Amerika menjadi konsumtif. Mobil mesti diganti tiap tahun, dengan model yang terbaru dan mahal. Demikian juga rumah, dan semua hal-hal yang berbau konsumtif. Akibatnya, beberapa puluh tahun kemudian terjadi krisis ekonomi, yang salah satunya disebabkan kredit macet. Banyak perusahaan yang biasanya memasang iklan bangkrut, media pun menerima dampaknya.”Selain itu, juga karena bangkrutnya Amerika akibat harus mengeluarkan banyak uang untuk membiayai perang di Irak dan Afghanistan,” jelas Jensen, yang mempersalahkan mantan Presiden Amerika Serikat George W. Bush, yang dalam masa pemerintahannya melakukan perang di kedua negara tersebut.”Kejayaan Amerika telah lewat. Ekonomi dan budaya Amerika sudah mati. Ini karena Amerika selalu mau spektakuler, mengisolasi diri dan mau hidup terpisah dengan negara lain,” kata Jensen sembari beberapa kali memukulkan kepalan tangannya di meja. Ia memang dikenal sebagai profesor yang sangat kritis di Texas, bahkan di Amerika sekalipun.

Komentar

VIDEO TERKINI