Berhentilah Bertelepon dalam Pesawat!

Agustus 13, 2017
Belum ada gambar

Jangan-jangan anda sering bertelepon atau ber-SMS ria di dalam pesawat? Kalau ya, tulisan ini wajib anda simak.

==========================

Oleh: Sukriansyah S. Latief

Wartawan Senior Harian FAJAR

==========================

*CATATAN DARI PAMERAN KEDIRGANTARAAN PARIS 2007. MASIH RELEVAN DENGAN KONDISI SAAT INI, SEHINGGA DIMUAT KEMBALI.

DALAM perjalanan dari Jakarta ke Paris melalui Singapura dan Dubai, pekan lalu (saat itu, 2007) hampir tak pernah saya mendengar deringan telepon genggam, baik itu telepon masuk atau sms ketika pesawat Boeing Emirats take off maupun di saat landing. Hanya sekali saya melihat seorang penumpang menelepon di dalam pesawat di Jakarta saat menunggu terbang ke Singapura.Hal ini berbeda sekali saat pulang dari Dubai ke Jakarta dengan pesawat yang sama. Mulai dari bandara hingga di dalam pesawat, hampir di setiap sisi bahkan di seat tengah pesawat, penumpang menelepon atau sekadar sms. Dan sebagian besar dari mereka adalah para tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di daerah Emirat Arab. Sambil bercanda, mereka ber-sms-an, bahkan ada yang menelepon keluarganya di Indonesia dengan bahasa Jawa yang kental.Bagi kita di Indonesia, pemandangan seperti ini bukan hal yang jarang dijumpai. Dalam beberapa kali penerbangan saya ke Jakarta, Surabaya, dan Ambon, penggunaan telepon genggam di dalam pesawat sering sekali saya dapati. Bahkan dalam pesawat dari Pontianak ke Jakarta beberapa bulan lalu, seorang perempuan muda yang duduk di samping teman saya, tidak meng-off-kan telepon genggamnya hingga pesawat terbang.Dia tetap saja ber-sms setelah men-switch agar tidak berdering, ketika ditegur pramugari untuk tidak menelepon. Teman saya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat perilaku perempuan muda tersebut. Seberapa berbahayakah penggunaan telepon genggam dan electronic portable lainnya di dalam pesawat di saat take off dan landing yang direkomendasikan Radio Technical Communication Aeronautics (RTCA) sejak 16 September 1988 itu?

Komentar

VIDEO TERKINI