Solar Bersubsidi untuk Nelayan hanya untungkan Oknum, harus Dicabut dan Perbanyak Ketersediaan

Agustus 5, 2017
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti disemprot DPR setelah mengusulkan agar subsidi solar bagi nelayan dicabut. Atas usulan tersebut, Susi dituding lebih pro kekuatan global ketimbang nasib nelayan kecil di dalam negeri.Usulan pencabutan subsidi solar bagi nelayan itu disampaikan Susi di sela acara penandatanganan kesepakatan dengan Pertamina di kantornya, Senin lalu. Susi beralasan, nelayan lebih membutuhkan ketersediaan solar di semua daerah ketimbang subsidi BBM. Menurutnya, percuma solar disubsidi jika barangnya langka.Susi mengaku telah menyampaikan usulan ke Menteri ESDM Ignasius Jonan agar subsidi solar untuk nelayan pemilik kapal ukuran 30 gros ton (GT) ke bawah dicabut. Sebelumnya, Susi sudah menggolkan penghapusan subsidi untuk pemilik kapal di atas 30 GT.“Keluhan nelayan kepada kami, mereka tidak perlu subsidi. Mereka perlu solar ada di mana-mana. Tolong (subsidi) dicabut, tapi kembalikan solar ada di mana-mana. Karena, itu yang dibutuhkan nelayan. Itu permintaan kami ke Pertamina. Saya mohon ini bisa ditindaklanjuti. Saya akan bicara dengan Pak Jonan dan ingatkan Beliau,” ucapnya, saat itu.Susi beralasan, subsidi BBM selama ini tidak dinikmati nelayan. Justru pihak-pihak penyelundup yang menikmati subsidi itu. “Nelayan dapatnya BBM 2 tak, solar termahal. Jadi, yang dibayar nelayan itu justru harga termahal,” cetusnya.Namun, logika Susi ini tidak dapat diterima partai pendukung pemerintah. Politisi PDIP Ono Surono menyebut, kebijakan Susi itu justru bisa membuat publik marah kepada Pemerintah. Publik akan menganggap Pemerintah tidak berpihak pada kesejahteraan nelayan kecil di Indonesia.“Ini yang kami khawatirkan. Beliau (Susi) lebih mendukung neoliberalisme yang diusung kekuatan-kekuatan global atau asing ketimbang nelayan kita,” kata anggota Komisi IV DPR ini, Jumat (4/8).

Komentar

VIDEO TERKINI