Berdiri Sejak 1919, Kini Jamu Nyonya Meneer Dinyatakan Pailit

Agustus 5, 2017
Belum ada gambar

Tagihan Rp 7,4 miliar ini hanya milik Hendrianto yang terpaksa mengajukan pembatalan perdamaian karena PT Nyonya Meneer tidak memenuhi isi perjanjian untuk membayar cicilan setiap bulan. Menurut Eka, cek dari Nyonya Meneer yang diberikan ke Bank Jamu tidak bisa dicairkan.Bahkan, terakhir rekening Nyonya Meneer sudah ditutup. Namun demikian dia mengakui bahwa pihak Nyonya Meneer pernah memberikan cek. Hanya saja, cek itu tidak bisa dicairkan, bahkan akan ditarik kembali.“Pada 15 Juni 2016, pihak Nyonya Meneer sudah memberitahu ke klien kami secara tertulis, menerangkan kalau rekening Nyonya Meneer di BCA untuk pencairan BG (bilyet giro) sudah ditutup, maka dari itu kami ajukan permohonan pembatalan ini,” tandasnya.Sedangkan La Ode Kudus selaku kuasa hukum PT Nyonya Meneer menolak diwawancara. Dia hanya melambaikan tangan kepada sembari berlalu pergi. Bahkan saat ponselnya dihubungi juga tak merespons.Sebelumnya, pada (8/6/2015) lalu, majelis hakim Pengadilan Niaga Semarang yang dipimpin Dwiarso Budi Santiarto telah mengesahkan proposal perdamaian yang diajukan PT Nyonya Meneer untuk membayar utang kepada semua krediturnya. Pengesahan proposal dilangsungkan dalam sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Semarang.Dalam amar putusannya, hakim Dwiarso mengatakan, para pihak yakni debitur, kreditur, tim pengurus, maupun hakim pengawas telah sepakat terkait kewajiban utang yang harus dibayarkan debitur kepada 35 kreditur. Majelis hakim juga menyatakan perjanjian tanggal 27 Mei 2015 antara debitur dan 35 kreditur sudah sah, serta menghukum debitur dan kreditur untuk menaati putusan tersebut.(sm/jks/ton/JPR) 

Komentar

VIDEO TERKINI