18 Ribu Lebih Penduduk Indonesia Tertarik Tinggal di Negara Luar Angkasa

Agustus 5, 2017

FAJAR.CO.ID, RUSIA – Ilmuwan asal Rusia Igor Ashurbeyli tengah mewujudkan mimpin umat manusia untuk tinggal dan menetap di Negara luar angkasa. Proyeknya itu dikenal dengan Asgardia.Adanya negara di luar angkasa yang bernama Asgardia ini sudah menjadi pembicaraan lama di kalangan pencinta kisah-kisah luar angkasa.Namun, percaya enggak percaya, ternyata hampir 1.000 orang Bekasi sudah mendaftar menjadi warga negara Asgardia. Hingga artikel ini ditulis, data di asgardia.space menunjukkan bahwa sudah ada 293.773 pendaftar.Di Indonesia sendiri, sudah sebanyak 18.730 orang mendaftar. Dari jumlah itu, 839 di antaranya dari Bekasi, baik Kabupaten atau Kota Bekasi.Sementara itu, tercatat pendaftar terbanyak berasal dari Turki dengan jumlah 42.733, disusul Tiongkok dan Amerika Serikat. Sementara Indonesia berada pada urutan keempat.Ashurbeyli menyebut Asgardia akan menjadi negara yang mengusung demokrasi. Layaknya negara-negara di Bumi, Asgardia juga akan membentuk pemerintahan demokrasi berdasarkan hukum.Warga negara Asgardia pun nanti diminta untuk turut andil memberikan suara demi sistem perumusan dasar konstitusi negara tersebut.Tujuan dibangunnya Asgardia didasari 3 asas utama dari aspek ilmu alam dan teknologi.Pertama, Asgardia didirikan untuk menjamin kehidupan antariksa secara damai. Kedua, Asgardia hadir untuk melindungi Bumi dari ancaman objek luar angkasa, seperti komet, badai matahari, dan masih banyak lagi.Seperti dijelaskan Ashurbeyli, Asgardia akan bertempat di sebuah wahana antariksa. Dia menggambarkannya seperti sebiuah stasiun luar angkasa internasional (ISS), dengan ukuran yang lebih megah layaknya pesawat luar angkasa di film-film fiksi ilmiah.Dia mengambil konsep desain futuristik yang dirancang oleh para pakar dari Kanada, Rumania, Rusia, dan Amerika Serikat (AS).Wahana bisa menampung setidaknya 150 ribu jiwa. Namun, ke depannya Ashurbeyli ingin menambah ruang wahana Asgardia agar bisa menampung hingga 1,5 juta jiwa.

Komentar