Komisi VIII DPR Desak Dana Haji Harus Dikembalikan ke Umat

Agustus 2, 2017
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong memahami bahwa sikap Presiden Joko Widodo yang gencar membangun infrastruktur karena itu memang merupakan kewajiban pemerintah.Namun, kalau anggarannya menggunakan dana haji yang diurus Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) tentu akan menjadi persoalan. Karena secara prinsip, dana haji milik umat.“BPKH ini kan dana umat. Jadi, dari umat dikembalikan ke umat. Kan perintah undang-undang adalah kembali kepada umat dan kemanfaatan kepada umat,” kata Ali usai diskusi di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/8).Ali mengatakan, BPKH penting menelaah apakah boleh atau tidak pengembangan dana haji untuk investasi umum. Aturan perundang-undangan yang berlaku harus dilihat secara menyeluruh.“Posisi BPKH sangat penting untuk melakukan telaah terhadap peratuan perundang-undangan yang berlaku yang berkaitan investasi di sektor syariah,” katanya.Jadi, Ali menegaskan, sebaiknya tunggu saja dulu hasil kajian mendalam atas persoalan ini.“Maka tidak boleh terburu-buru mengatakan boleh atau tidak sebenarnya, tetapi undang-undang membatasi itu,” katanya.Dia mengatakan UU juga perlu terjemahan yang dijabarkan di aturan pelaksanaannya. “Maka produk pelaksanaan inilah yang ditunggu dari BPKH sekarang,” jelasnya.Dia mengatakan, perlu mengundang tokoh-tokoh Islam misalnya dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammdiyah, maupun organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam hingga akademisi untuk melakukan berkonsultasi“Jika negara memang memerlukan uang, maka perlu ada diskresi apa tidak. Kalau ada diskresi dasarnya apa? Karena menurut perintah undang-undang tidak boleh,” katanya.Dia mengatakan, kalau negara tidak punya uang dan memerlukan dana, maka harus dicarikan bagaimana solusinya. “Nah solusi itu yang kan kita tunggu di BPKH sekarang,” ujarnya. (boy/jpnn/fajar) 

Komentar

VIDEO TERKINI