Buleleng Didorong Jadi Observatori Pariwisata Berkelanjutan

Agustus 2, 2017
Belum ada gambar

“Dahulu di SK ada 10 desa wisata, kami menginventarisasi sekarang memiliki 31 desa wisata telah memenuhi syarat 3A (aktraksi, amenity dan aksesibility). Kita lakukan inventarisasi dan identifikasi desa wisata, di situ ada daya tarik disebut DTW. Nah setelah dikaji bersama Undiksha, dari 19 DTW itu teriventarisir 86 DTW,” tambahnya.Beberapa lokasi menarik antara lain berada di wilayah Desa Wanagiri. Kunjungan wisata alam dikembangkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Tata kelola dilakukan dari segi penataan adminitrasi, infrastruktur wisata dan pembinaan-pembinaan wisata.“Di Wanagiri, memiliki pesona begitu indah. Kita memiliki danau Buyan dan Tamblingan. Keindahannya sungguh menarik. Pokdarwis kita mencoba membuat tempat ber-selfie, dan mengalami peningkatan trend dan kunjungan. Kami tata adminitrasi dan tekstur tanah,” paparnya.Semua yang dilaksanakan di Buleleng sesuai dengan harapan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Sebelumnya Menpar menitipkan tiga program prioritas untuk Bali. Ketiga program itu adalah digital tourism, homestay desa wisata dan aksesibilitas udara.Menpar Arief Yahya mengakui bahwa Bali adalah destinasi utama Indonesia, jutaan turis mancanegara telah menyambangi tempat itu. Namun, Arief menyayangkan bahwa Bali yang dikenal warga mancanegara maupun lokal hanya Bali bagian selatan saja, yakni seperti Kuta. Sebenarnya, menurut Arief, masih banyak tempat wisata di Bali yang memiliki potensi yang tidak kalah besarnya dengan Bali selatan.“Bali adalah produk pariwisata Indonesia, kita harus menjadikan Bali sebagai destinasi utama. Jangan cuma Bali selatan saja, kita kembangkan Bali utara, timur dan bahkan barat,” Arief menegaskan.Sebab itu, Menpar Arief Yahya mendukung penuh Buleleng melakukan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Terutama, untuk menjadikan kawasan Bali utara agar makin dikunjungi banyak turis. Apalagi, dunia bawah lautnya ciamik.

Komentar

VIDEO TERKINI