Buleleng Didorong Jadi Observatori Pariwisata Berkelanjutan

Agustus 2, 2017
Belum ada gambar

Namun, lanjut Frans Teguh, sayangnya Buleleng belum memiliki Ripparda. Sehingga, Buleleng perlu mengagendakan pembuatan Ripparda segera. Mengingat destinasinya belum rusak, Buleleng masih memiliki kesempatan untuk mengembangkan pariwisata dengan perencanaan dan pendekatan pariwisata berkelanjutan.“Untuk itu Buleleng sangat potensial menjadi STO. Namun Buleleng perlu mengatur bangunan-bangunan di sekitar pantai agar tidak menutup pemandangan laut di pantai utara,” kata Frans Teguh.Frans Teguh melanjutkan, lebutuhan dasar desa wisata harus diperhatikan dan terpenuhi, jangan sampai diabaikan demi pariwisata. Karena pada hakekatnya pariwisata dikembangkan untuk masyarakat lokal bukan untuk turis semata-mata.“Buleleng perlu semakin mengembangkan desa wisata. Selain itu, juga perlu meningkatkan kesiapan 3A untuk menjadi desa wisata, khususnya masalah amenitas,” tutur Frans Teguh.Sebelum mendeklarasi dirinya menjadi desa wisata, tambah Frans Teguh, Buleleng harus menyediakan peta tracking dan sistem keamanan untuk wisatawan. “Selain itu juga perlu disediakan narasi yang terintegrasi di desa wisata dan membenahi beberapa hal lainnya,” tukas Frans Teguh.Demi mewujudkan pariwisata berkelanjutan, Dinas Pariwisata Buleleng, sendiri telah melakukan inventarisasi terhadap daya tarik wisata (DTW) yang berada di Buleleng. Menurut Kadis Pariwisata Buleleng I Nyoman Sutrisna, bukan hanya DTW melainkan pula Desa Wisata turut dikembangkan pemerintah. Potensi itu diakui ampuh meningkatkan kunjungan tamu lokal dan mancanegara, kian tertarik mengenal potensi yang dimiliki Buleleng.“Kami mencoba mengembangkan pariwisata (Buleleng) agar mampu terkenal di tingkat nasional maupun internasional. Ada 3A yakni aktraksi, amenity dan aksesibility. Pariwisata budaya dan pariwisata berkelanjutan, bagaimana konsep ini mampu diterjemahkan bahwa kita memiliki konsep nyegara gunung,” ujar Sutrisna.Ia menambahkan, keunggulan DTW pasca dilakukan pengkajian lapangan Dispar bekerjasama dengan Undiksha Singaraja, tercatat kini ada 86 DTW. Jumlah yang tidak sedikit dimaksud seperti daya tarik alam, daya tarik buatan dan budaya.

Komentar

VIDEO TERKINI