Buleleng Didorong Jadi Observatori Pariwisata Berkelanjutan

Agustus 2, 2017
Belum ada gambar

BULELENG – Tidak mau kalah dengan Bali Selatan, Kabupaten Buleleng kian kencang mengoptimalkan pengembangan pariwisata. Bahari, alam, wisata agro, budaya, semua digarap serius. Belakangan, wilayah yang berdekatan dengan Banyuwangi di Jawa Timur itu ikut didorong menjadi observatori pariwisata berkelanjutan (STO).Modalnya? Sudah sangat kuat. Dari sembilan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Bali, empat di antaranya berada di Buleleng. Dari KSPN Bedugul yang meliputi Kabupaten Tabanan dan Buleleng, KSPN Bali Utara yang meliputi Lovina, maskot wisata Buleleng hingga di kawasan Air Sanih, Kecamatan Kubutambahan dan sekitarnya, sudah ada di sana.Dan semuanya, masih ditambah algi dua KSPN di Taman Nasional Bali Barat yang meliputi Kabupaten Buleleng dan Jembrana, serta KSPN Pemuteran dan Pulau Menjangan.Asisten Deputi Bidang Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata, Kementerian Pariwisata, Frans Teguh mengatakan, Buleleng memiliki potensi pariwisata yang luar biasa dan stakeholders di Buleleng sudah menjalin hubungan kerjasama yang sangat baik.“Di antaranya kerjasama dengan industri, akademisi, PHRI, badan promosi dan lain sebagainya. Juga secara khusus bekerja dengan pihak industri atau swasta. Selain itu, Buleleng juga memiliki potensi desa-desa wisata yang sangat banyak,” ujar Frans Teguh, Senin (31/7).Frans Teguh memaparkan, saat ini tercatat 19 Daerah Tujuan Wisata resmi yang ada di sembilan kecamatan di Kabupaten Buleleng. Sedikitnya ada empat Desa Wisata di Bulelelng yang potensial mendukung pariwisata berkelanjutan, yakni Desa Pemuteran, Desa Kalibukbuk, Desa Munduk, dan Desa Sambangan. Keempat desa wisata ini sudah terbukti mendapatkan award di berbagai ajang penghargaan.“Desa Wisata yang ada di Buleleng tidak kalah dengan desa-desa wisata di daerah lain. Keempat desa itu memiliki potensi luar biasa pada sektor budaya dan alamnya,” jelas Frans Teguh.

Komentar

VIDEO TERKINI