Belajar dari Alwi Hamu, Lelaki Bugis yang Tak Malu Mengepel Lantai

Juli 29, 2017
Belum ada gambar

Modal kemampuan komunikasi dan idealisme Alwi yang membuatnya sukses menjalin pergaulan multikultaralisme itu. Keteguhan idealisme Alwi paling tampak di sektor media.Sebelum mendirikan FAJAR pada 1 Oktober 1981, Alwi menginjak remaja memang aktif di media massa. Masih duduk di bangku SMP, ia sudah menerbitkan majalah stensilan. Di SMA juga demikian. Bahkan ketika mahasiswa, selain memprakarsai Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia, ia mendirikan “Surat Kabar Umum KAMI” pada 1966. Selanjutnya, Alwi mendirikan majalah Intim, menyusul bergabung dengan Tegas.Alwi tercatat Sekjen Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia wilayah Sulselra pada saat gencar-gencarnya perjuangan mahasiswa melawan arus orde lama. Di jalur perjuangan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), Alwi salah seorang yang mempertahankan Markas HMI di Botolempangan, Makassar yang kini menjadi simbol perjuangan-perjuangan HMI.Dari tangan Alwi, lahir pula buletin “IDJO itam BERDJUANG” (Hijau Hitam Berjuang). Ini salah satu “tanda kreativitas” Alwi dalam sejarah HMI. Buletin ini juga mencerminkan tiga kreativitas Alwi sebagai cikal bakal talentanya memenej media.Pertama, ia mampu mengumpulkan bahan dan tulisan dari para aktivis HMI waktu itu. Kedua, kemampuannya mengedit sebagai cerminan sosok jurnalis yang bukan sekadar tukang pengumpul informasi. Ketiga, kemampuannya mencarikan sponsor/iklan untuk menghidupi buletin tersebut.Darah aktivis dan perjuangan idealisme jurnalistik yang terus membara, bahkan pernah “mengantar” Alwi divonis enam bulan penjara. Dinamika hidup Alwi yang penuh tantangan itu membuatnya semakin tegar dan bijak.Saat ini, Alwi merupakan staf ahli Wapres RI, Jusuf Kalla. Dia banyak menyumbangkan gagasan inovatif. Tak ayal, Alwi terus menanamkan kepada segenap manajamen dan karyawannya untuk terus berinovasi tanpa melupakan idealisme.Semangat kerja inovatif itulah yang membuat Alwi tak pernah diam. Padahal, dalam usia dan kondisi perusahaan seperti sekarang, Alwi bisa saja ongkang-ongkang kaki menikmatinya. Namun, itu jauh dari sosok Alwi. Ia bahkan selalu hadir di tengah-tengah karyawan untuk memberi spirit kerja.

Komentar

VIDEO TERKINI