Belajar dari Alwi Hamu, Lelaki Bugis yang Tak Malu Mengepel Lantai

Juli 29, 2017
Belum ada gambar

Universitas Fajar yang kini terus berkibar, bahkan didirikan dengan semangat idealisme terhadap kondisi pendidikan sekarang, yang terkikis dari idealisme kemahasiswaan, yang kerap jauh dari semangat belajar, yang terkesan lepas dari dinamika sosial dan teknologi, yang kerap menggadai idealisme di meja-meja kapitalisme.Di tengah kondisi itu, Alwi menggedor pintu pendidikan global yang bervisi-misi entrepreneur. Mahasiswa digenjot belajar teori, tetapi terus dibangunkan oleh wawasan global terhadap dunia kerja. Mahasiswa diberi jaminan prestasi dalam bentuk beasiswa belajar.Mereka yang tergolong keluarga tidak mampu, mendapat peluang belajar gratis tanpa memandangnya dari latar belakang agama dan suku.Alwi memang sosok yang menjunjung tinggi multikulturalisme. Ia menempatkan perbedaan-perbedaan kultural itu sebagai suatu modal untuk lebih maju dan berkembang.Alwi pun selalu bervisi global. Berkat visi global itu, Alwi di kalangan warga Keturunan di Kawasan Timur Indonesia dikenal sebagai Tokoh Perintis dan pemersatu pelbagai etnis di Indonesia. Banyak bentuk nyata telah Alwi lakukan, antara lain menyiapkan halaman tentang berita-berita aktivitas kehidupan masyarakat Tionghoa di pelbagai surat kabarnya.Pada 1989, Alwi bahkan mendatangkan kelompok atraksi Whu Han. Pertunjukan ini berlangsung lama di Balai Kemanunggalan ABRI-RAKYAT (sekarang gedung Jenderal M Jusuf).Pada masa Orde Baru, kurang lebih 35 tahun Kebudayaan Tionghoa kurang mendapat fasilitas dari pemerintah Indonesia. Termasuk tidak mengizinkan pertunjukan barongsai. Namun, pada 1992, Alwi justru memberi kejutan. Dengan sangat berani, ia menyelenggarakan pertunjukan barongsai dan atraksi naga di Sulawesi Selatan.Kedekatan Alwi dengan warga Keturunan semakin besar setelah menerbitkan surat kabar di Hong Kong. Sebagian besar berisikan informasi tentang kerukunan masyarakat Indonesia-Tionghoa. Sejumlah warga keturunan yang sangat besar jasanya mendampingi Alwi. Mereka setiap saat banyak berdiskusi tentang perkembangan warga keturunan.

Komentar

VIDEO TERKINI