Belajar dari Alwi Hamu, Lelaki Bugis yang Tak Malu Mengepel Lantai

Juli 29, 2017
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID – Dahulu, bicara Alwi Hamu berarti bicara tentang FAJAR dan anak grupnya. Kini, pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 28 Juli 1944 silam, seolah tanpa batas untuk segala hal.Alwi yang berusia 73 tahun ini, masih bersemangat bekerja dan berpikir apa saja demi masyarakat dan kemajuan bangsa. Kepemimpinan yang patut diteladani, sekaligus menginspirasi.Kehidupan masa kecilnya diasah oleh nilai-nilai kearifan lokal. Lingkungan keluarga mendidiknya untuk selalu jujur. Sang orang tua, Haji Muhammad Syata dan Ramlah, memberi Alwi kecil tanggung jawab menjual di toko kelontongan.Kejujuran semakin tertanam dalam kehidupan Alwi setelah tinggal bersama kakek yang imam masjid. Di sinilah ilmu agama diperdalam. Tak heran, kejujuran dan sisi agama itu terus subur dan mendasari segala aktivitas Alwi.Keseharian Alwi ditempa dengan nilai-nilai kesederhanaan dan ketelatenan. Sebagai laki-laki, Alwi kecil tak malu-malu mengepel lantai hingga 700 meter per segi, padahal pekerjaan seperti itu lebih banyak dilakukan anak perempuan pada masa itu.Berkat didikan semacam itu, Alwi tumbuh sebagai sosok multitalenta. Ia terus tumbuh seperti rumpun bambu, semakin ditebang semakin subur. Dedikasinya terus memberi banyak manfaat terhadap lingkungan sosial.Dalam usianya yang terus bertambah, ia tak pernah berhenti berinovasi. Selain memimpin PT Media Fajar dengan lebih 30 media (cetak dan elektronik), Alwi juga menakhodai puluhan perusahaan non-media lainnya. Perusahaan media dan non-media itu tersebar ke Indonesia Timur. Sebagian pula di Jakarta.Sedikitnya 50 perusahaan yang dirintis, telah memberi manfaat bagi dunia bisnis dan medan sosial lainnya. Bendera-bendera perusahaan yang dikibarkan itu dibangun dengan pondasi idealisme yang kukuh. Tak heran jika ada yayasan yang dikembangkan semata-mata mengurusi masalah kemanusiaan. Selain membantu korban-korban bencana, juga ada klinik kesehatan gratis.

Komentar

VIDEO TERKINI