Konflik Masjidilaqsa Meluber ke Tetangga, Israel di Ambang Perang

Juli 27, 2017
Belum ada gambar

Israel mau melunak karena mempunyai syarat. Mereka berencana memasang CCTV yang jauh lebih canggih sekitar 6 bulan lagi untuk mengawasi setiap pergerakan di sekitar kompleks yang di dalamnya terdapat Masjidilaqsa dan Dome of the Rock itu.“Ini adalah masalah kontrol dan kekuasaan,” ujar Mohammad Abu Al Hommos, aktivis Palestina di Kota Tua Jerusalem. “Saya ingin keluar-masuk Masjidilaqsa sesuka hati saya. Siapa mereka sehingga berhak mengawasi saya (lewat CCTV),” tambahnya.Imam Masjidilaqsa, Sheikh Ikrima Sabri, menegaskan bahwa pengacara Jerusalem Islamic Waqf (lembaga bentukan Jordania yang dipercaya mengelola Masjidilaqsa) berencana menemui otoritas Israel. Tujuannya, meminta penghapusan pengamanan tambahan di Haram Al Sharif. Baik berupa pagar besi, tambahan personel polisi, maupun CCTV yang bakal dipasang.Aksi massa juga masih terus terjadi. Hanya berselang beberapa jam setelah alat pendeteksi logam dicopot, bentrok terjadi di depan gerbang utama menuju Haram Al Sharif. Puluhan penduduk Palestina luka-luka. Di antara korban luka, ada beberapa jurnalis dan anak-anak. Aksi seperti itu ditengarai terus terjadi.Perang mulut antara Turki dan Israel terkait dengan krisis Masjidilaqsa juga tidak terelakkan. Kementerian Luar Negeri Israel menanggapi tudingan Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai hal yang tidak berdasar, hanya khayalan, dan menyimpang. Erdogan menyebutkan bahwa Israel berencana merebut Haram Al Sharif.Menanggapi hal itu, Huseyin Muftuoglu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, menuding Israel membuat pernyataan arogan. ’’Mencoba menutupi fakta bahwa Jerusalem Timur di bawah pendudukan (Israel) tidak akan membawa perdamaian dan stabilitas regional ataupun resolusi konflik antara Israel-Palestina,’’ tandas Muftuoglu.Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour mengungkapkan bahwa kondisi di Masjidilaqsa saat ini genting. Dia meminta Dewan Keamanan (DK) PBB bertindak. Dalam pidatonya di DK PBB, dia menuding Israel telah menghasut dan memprovokasi penduduk Palestina. Tindakan tersebut berbahaya karena bisa memicu bentrok lagi.

Komentar

VIDEO TERKINI