Ganjar Dukung AirNav Gelar Festival Balon Udara Wonosobo Tahun Depan

Juli 22, 2017
Belum ada gambar

“Sehingga di tahun depan, tradisi ini bisa tetap berjalan dengan memenuhi aspek-aspek keselamatan dan menjadi potensi pariwisata,” kata Novie.Hal senada juga disampaikan Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Alvin Lie. Menurutnya, tradisi balon udara mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan zaman.“Praktik ini berpotensi menimbulkan gangguan di masyarakat, mulai dari gangguan di darat seperti jatuh di sutet, masjid sampai gangguan penerbangan. Karena itu diperlukan upaya terpadu dan terencana yang melibatkan berbagai instansi dan partisipasi publik untuk mengeliminir potensi gangguan balon udara terhadap keselamatan publik,” kata Alvin.Sebelumnya, telah dicapai kesepakatan berbagai stakeholder mengenai balon udara Wonosobo. Pada 25 Juli 2017 dilakukan rapat koordinasi serta sosialisasi regulasi di Kabupaten Wonosobo, yang dihadiri pihak Pemda Wonosobo, Kepolisian, TNI, AirNav Indonesia, Perwakilan Media dan Komunitas Balon Udara Wonosobo.Dalam pertemun tersebut dihasilkan tiga poin penting terkait balon udara. Pertama, kesanggupan untuk semua pihak tidak menerbangkan balon udara yang dapat membahayakan keselamatan udara, penumpang, dan barang dan atau penduduk atau mengganggu keamanan dan ketertiban umum, atau merugikan harta benda milik orang lain.Kedua, balon udara yang diterbangkan harus dengan cara ditambatkan dan terakhir, semua pihak berperan aktif dalam menyosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara bebas tanpa awak yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan. (Ana)  

Komentar

VIDEO TERKINI