Manfaat Sering Masturbasi Versus Dampak Buruknya

Juli 18, 2017
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID – Dilihat dari sisi medis, mastubasi atau onani adalah suatu aktifitas seksual yang terbilang normal dilakukan pria. Tidak hanya dapat membantu mengurangkan stress, masturbasi juga dapat membuat Anda setidaknya sedikit lebih bahagia dari sebelumnya.Bahkan, menurut studi yang dilakukan oleh Boston University of Public Health, masturbasi yang dilakukan dalam frekuensi yang sering dapat memberikan manfaat kesehatan tersendiri bagi yang melakukannya. Manfaat kesehatan yang dimaksud adalah efeknya dalam menurunkan resiko seseorang terkenan kanker prostatDiketahui bahwa pada pria berusia antara 20 hingga 29 tahun yang setidaknya melakukan ejakulasi 21 kali atau lebih dalam satu bulannya, dapat mengurangi resiko terkena kanker prostat sebesar 19 persen dibandingkan mereka yang jarang atau sekitar 4 hingga 7 kali dalam sebulannya.Dan tidak hanya pada kaum muda, manfaatnya pun dirasakan mereka yang berusia antara 40 hingga 49 tahun dengan tingkat ejakulasi, mereka dapat mengurangi resiko terkena kanker prostat hingga 22 persen.Meski masih membutuhkan penelitian lebih mendalam, kepala penelitian ini, Jennifer R. Rider, Sc.D., M.P.H.. berpendapat adanya kaitan antara proses pembersihan prostat melalu ejakulasi. Itu artinya semakin sering ejakulasi terjadi, semakin rendah angka resiko terserang kanker.Terlebih lagi, manfaatnya tidak mesti datang dari hubungan badan dengan pasangan anda, ejakulasi dari hasil mast*rbasi juga memberikan efek yang serupa. Itu artinya anda tidak mesti benar-benar “bermain” sebanyak 21 kali dalam satu bulan, pastinya akan sangat melelahkan bukan.Namun perlu juga dicatat bahwa terlalu sering melakukan masturbasi bukanlah tanpa efek samping. Perlu diketahui bahwa masturbasi dapat menstimulasi asetilkolin atau yang dikenal dengan fungsi saraf parasimpatik. Namun ketika stimulasi dilakukan secara berlebihan dapat mengakibatkan banyaknya produksi hormon seks dan neurotransmiter seperti dopamin, asetilkolin dan serotonin.

Komentar

VIDEO TERKINI