Ingat! Jika ada PNS yang Jual Rumah Korpri Sanksinya Berlaku sampai Pensiun

Juli 17, 2017
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, TANJUNG REDEB – Wakil Ketua DPRD Berau Saga, meminta pengurus Korpri Kabupaten Berau mengambil sikap tegas jika menemukan oknum yang berupaya menjual, maupun menyewakan rumah yang seharusnya diiperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).Sikap tegas yang dimaksudnya ialah, mencabut hak oknum PNS atas kepemilikan rumah tersebut. “Pengurus Korpri harus lebih aktif mengawasi, jika mendengar kabar ada yang menawarkan rumah padahal lokasinya di Perumahan Korpri, pengurus harus bergerak cepat,” kepada Berau Post, kemarin (15/7).Jika terbukti, menurut Saga, hak atas rumah lebih baik dialihkan kepada pegawai lainnya yang membutuhkan.Sebenarnya menurut dia, pegawai menjual perumahan Korpri bukanlah hal yang ‘haram’ dilakukan jika yang membeli merupakan seorang PNS, mengingat perumahan Korpri memang diperuntukkan para PNS yang tidak memiliki rumah, di mana tanahnya pun disubsidi oleh negara.“Kalau ke sesama pegawai saja saya rasa tidak masalah sepanjang yang beli memang belum punya rumah dan pembeliannya harus diketahui pengurus Korpri,” tegasnya.“Jangan dijual ke masyarakat umum, karena itu akan merubah fungsi sebenarnya perumahan itu dibangun,” sambung Saga.Untuk itu dirinya berharap agar pengurus Korpri bisa meninjau ulang, guna memastikan penerima rumah tersebut benar-benar orang yang layak untuk mendapatkannya. “Pengurus Korpri jangan hanya asal menerima pendaftaran, evaluasi juga penempatannya,”pungkasnya.Diberitakan sebelumnya, persoalan perumahan Korpri tak kunjung selesai. Selain karena seluruh penghuninya belum memegang sertifikat kepemilikan karena lahan perumahan masih tercatat sebagai aset Pemkab Berau, beberapa penghuni perumahan di Jalan dr Murjani III, Tanjung Redeb tersebut, juga ada beberapa yang bukan dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS). Padahal pembangunan perumahan pada 2006 tersebut, ditujukan khusus bagi PNS.

Komentar

VIDEO TERKINI