Penerbit Koran Bersatu Melawan Google dan Facebook

Juli 12, 2017
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID – Industri surat kabar di ambang putus asa melawan duopoli Google dan Facebook. Apa yang harus penerbit koran lakukan agar bertahan? Sementara internet sudah menjelma menjadi kebutuhan primer.Facebook dan Google adalah kawan sekaligus lawan bagi koran. Koran butuh Facebook dan Google untuk memperluas jangkauan pemberitaan dan iklan seiring merosotnya bujet iklan untuk media cetak dan menurunnya jumlah pelanggan.Tetapi, langkah itu justru membuat Facebook dan Google seolah tak memberi ruang bagi pihak lain dalam industri yang sama untuk bernafas.Dua raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut mengendalikan USD 0,70 dari setiap duit yang dibelanjakan untuk iklan digital. Sedangkan USD 0,30 tersedot ke media lain penyedia iklan digital, seperti Twitter, Snapchat, ataupun Verizon-AOL-Yahoo! Bagi perantara pemasangan iklan digital yang lain hanya bisa mengantongi USD 0,01 atau sekitar Rp 130.Ketidakseimbangan yang besar itu jelas bukan hal bagus bagi perusahaan media untuk memiliki posisi tawar lebih kuat ketika harus bekerja dengan platform tersebut. Di sisi lain, Facebook dan Google tetap membutuhkan media dan konten untuk mengisi platform mereka.Nah, saat Google dan Facebook menguasai saluran distribusi informasi penting, tentu saja kedua raksasa itu bisa dengan mudah mengantongi kesepakatan terbaik bagi kepentingan mereka sendiri.Dilema itu memang membuat penerbit surat kabar untuk melakukan hal yang tak lazim.Pekan ini, di Amerika Serikat (AS) ada News Media Alliance yang meminta kongres untuk ikut menjadi negosiator dalam menghadapi Google dan Facebook. Padahal, News Media Alliance jelas merupakan kekuatan besar. Kelompok itu mewadahi lebih dari 2.000 koran, termasuk New York Times, Wall Street Journal, hingga Washington Post.

Komentar

VIDEO TERKINI