Diabetes Bisa Mengganggu Penglihatan

Juli 7, 2017
Belum ada gambar

Sering kali pertumbuhan pembuluh darah baru itu disertai pembentukan jaringan parut yang mengerut sehingga menarik retina dan mengakibatkan lepasnya retina atau disebut ablasi retina traksional. ”Kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan pada pasien,” ujar dokter spesialis mata yang berpraktik di JEC Kedoya dan Menteng, Jakarta, itu.Untuk menegakkan diagnosis, pasien diabetes menjalani pemeriksaan mata lengkap. Mata pasien akan ditetesi obat untuk melebarkan pupil sehingga dokter dapat melihat ke dalam bola mata untuk mengamati retina, vitreus, dan saraf optik.Apabila dokter menemukan kondisi retinopati diabetik, selanjutnya dibuat foto fundus (foto berwarna retina) serta diikuti pemeriksaan FFA dan OCT. Pemeriksaan tersebut penting untuk menentukan jenis terapi yang diberikan.Jenis terapi utama yang diberikan kepada pasien retinopati diabetik adalah laser fotokoagulasi dengan menggunakan berkas sinar laser berenergi ke bagian retina yang terganggu. Tujuannya menutup pembuluh darah yang bocor serta daerah yang kurang suplai darah sehingga mencegah tumbuhnya pembuluh darah baru. Tindakan itu bisa dilakukan di klinik secara bertahap (berulang).Apabila kasus retinopati diabetik sudah tahap berat, misalnya terjadi pendarahan vitreus atau ablasi retina traksional, perlu dilakukan tindakan bedah mikro, yaitu vitrektomi. ”Tujuannya mengeluarkan vitreus dari bola mata. Jaringan parut dikeluarkan dari retina dan retina yang terlepas dapat ditempel kembali ke dinding bola mata,” urai Referano. Selain itu, jenis terapi lainnya adalah injeksi obat untuk mencegah radang serta pertumbuhan pembuluh darah baru di dalam bola mata. (Fajar/JPG) 

Komentar

VIDEO TERKINI