Mengenal Kylian Mbappe, Bintang Muda Rebutan Raksasa Eropa

Juli 4, 2017
Belum ada gambar

Namun, beda orang, beda cerita. Demikian pula Mbappe dan Kembo-Ekoko. Nasib Mbappe lebih mentereng di Clairefontaine.Baru berusia 14 tahun, Mbappe sudah sangat terkenal di Clairefontaine, lantas diprofilkan oleh Liberation and France Football.Ditanya mengenai impiannya, pada waktu itu Mbappe menyebut Real Madrid dan berkata, “Lebih baik bermimpi ke bulan. Dengan begitu, jika gagal, anda (setidaknya) sampai ke awan.” Begitu jawaban Mbappe seperti dikutip dari The Sun.Setahun kemudian, pada usia 15 tahun, ketika sudah waktunya meninggalkan Clairefontaine untuk lanjut ke tahap profesional, Mbappe membuat keputusan mencengangkan. Ia menolak tawaran Real Madrid, Chelsea, Manchester City, Liverpool, dan Bayern Munchen, lantas bergabung dengan AS Monaco. Bukan sombong. Ia melakukan itu untuk melanjutkan pendidikan sepak bolanya yang dianggap masih minim.Bersama Monaco, Mbappe membuat debut dari bangku cadangan pada 2 Desember 2015. Meski tampil sebagai pengganti, ia sukses memecahkan rekor Thierry Henry sebagai pemain termuda Monaco dengan usia 16 tahun 347 hari.Februari 2016, pada usia 17 tahun dan 62 hari, Mbappe kembali merebut rekor Henry untuk menjadi pencetak gol termuda Monaco dalam kemenangan 3-1 atas Troyes.Musim lalu, total Mbappe tampil 14 kali bersama Monaco. Walau ada tawaran lagi dari Paris Saint-Germain (PSG), Manchester City, Borussia Dortmund, dan Real Madrid, ia memilih setia bersama Monaco dengan menandatangani kontrak profesional pertamanya pada musim panas 2016.Dua bulan setelah Monaco menolak tawaran 40 juta Poundsterling dari Manchester City, Ayah Mbappe, Wilfried, sempat marah kepada klub. Wilfried merasa manajemen klub mengingkari janji kepada anaknya untuk memberi kesempatan bermain.“Kami pikir dia akan menjadi bagian reguler dari skuat dan diberi kesempatan. Itulah yang dijanjikan manajemen. Kami tidak mengharapkan dia menjadi starter. Kami tidak bodoh, tapi kami tidak membayangkan dia sebagai striker pilihan keenam. Dia bisa saja pergi ke klub besar, dan besar untuk menjadi pilihan keenam,” kesal Wilfried seperti ditulis L’Equipe saat itu.

Komentar

VIDEO TERKINI