Terobosan Menteri Amran Buat Impor Beras Wassalam

Juni 11, 2017
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) yang berhasil meningkatkan produksi padi, sehingga keran impor mulai 2016 sampai saat ini ditutup, mendapat pujian dari DPR.Anggota Komisi IV DPR, Firman Soebagyo, melihat banyak terobosan yang dilakukan pemerintahan Jokowi- JK dalam mengangkat sektor pertanian selama dua tahun menjabat. Dengan terobosan-terobosan tersebut, pada 2016, Indonesia sudah tidak lagi mengimpor beras.“Terobosan-terobosan itu dilakukan dengan baik oleh Kementan di bawah komando Amran Sulaiman. Terobosan tersebut antara lain bantuan alat mesin pertanian yang membuat petani bergairah kembali,” katanya di Jakarta, Sabtu (10/6/2017).Ia menungkapkan, dengan bantuan tersebut, kerja petani dalam menggarap lahan menjadi lebih mudah. Pekerjaan yang biasanya membutuhkan waktu berhari-hari bisa diselesaikan dalam hitungan jam.“Bahkan, sekarang ada pergeseran lantaran banyak anak muda yang mau bertani. Ini harus kita sambut,” ungkap Firman.Ia menambahkan, yang tidak kalah penting lagi, yakni Kementan juga telah melakukan perbaikan dan rehabilitasi irigasi pertanian, termasuk membangun embung-embung untuk penampungan air. Ini yang jadi hal utama mengangkat pertanian.“Kami berharap, untuk hasil yang lebih optimal, pemerintah menghentikan penggunaan urea sebagai pupuk subsidi buat petani. Alasannya, pupuk jenis ini menjadi penyebab tanah-tanah pertanian menjadi kurang subur. Subsidi (pupuk urea) kalau perlu dihilangan dan diganti dengan pupuk organik untuk tingkatkan sektor pangan,” sarannya.Dengan kinerja Kementan itu, dia yakin produksi hasil hasil pertanian bakal terus meningkat.Namun, untuk mewujudkan keinginan Presiden Jokowi soal swasembada padi, jagung, dan kedelai pada 2017 tidak boleh hanya diserahkan ke pundak Amran. Swasembada ketiga komoditas itu tergantung kinerja Menko Perekonomian, Darmin Nasution, meramu timnya di lintas kementerian untuk mendukung sektor pertanian.

Komentar

VIDEO TERKINI