Kedatangan Pemudik Tinggi, Desa-desa di Wonogiri Perketat Akses Masuk

oleh
Warga Dusun Tanduran, Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono menutup jalan di dusun tersebut, akses keluar masuk hanya satu pintu. (ISTIMEWA)

WONOGIRI, RAKYATJATENG – Tingginya gelombang kedatangan warga dari luar kota maupun perantau yang pulang kampung di Wonogiri membuat masyarakat setempat waswas. Sejumlah kampung dan desa di Wonogiri pun menerapkan lockdown lokal maupun penjagaan ketat di akses masuk wilayah guna mencegah penularan virus korona (Covid-19) dari luar.

Kepala Desa Ketos, Kecamatan Paranggupito Sukatno mengatakan, penutupan sebagian badan jalan di desanya hanya sebatas untuk memudahkan pendataan pemudik yang datang. “Penutupan ini bukan lockdown,” jelas dia.

Sepeda motor, lanjut dia, masih bisa melewati jalan tersebut. Hanya untuk memudahkan pendataan pemudik, maka jalan harus ditutup. Pada malam hari warga dilarang keluar masuk desa.

Kepala Desa Paranggupito, Kecamatan Paranggupito Dwi Hartono membenarkan ada beberapa jalan dusun di wilayahnya ditutup. “Sehubungan dengan kepulangan perantau, sejak tiga hari lalu kami gunakan satu akses jalan keluar masuk desa,” jelas dia.

Dwi menekankan, tetap ada akses jalan di desanya dan dijaga petugas pemantau selama 24 jam. Meski begitu, pihaknya masih kecolongan. Sebab, masih ada jalan tikus yang digunakan untuk masuk ke area pantai oleh para wisatawan.

Dia mengklaim tidak memberlakukan lockdown, meskipun memang menutup beberapa akses jalan. “Tidak lockdown, tamu boleh masuk. Wajib mengisi buku tamu dan cek suhu badan. Juga ditanya keterangan-keterangan yang lain,” tutur dia.

Camat Paranggupito Sulistyani juga menegaskan tidak ada akses ke desa yang ditutup. “Contohnya di Desa Gudangharjo itu bukan ditutup, tetap ada akses masuk ke desa,” jelas dia.

Dia mengatakan, ada tiga akses jalan yang bisa digunakan untuk masuk ke desa tersebut. Namun, untuk memudahkan pendataan pemudik yang datang ke desa tersebut dilakukan penutupan di dua jalan lainnya.

“Kalau pemudik atau tamu tidak melapor, kan juga repot. Terutama pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi dan tidak melalui screening awal di Terminal Induk Giri Adipura Wonogiri,” ujarnya.

Di Desa Jatisari, Jatisrono juga diberlakukan penutupan sebagian besar akses masuk desa. Kepala Desa Jatisari Kecamatan Jatisrono Teguh Subroto mengatakan, penutupan akses jalan dilakukan di Dusun Tanduran.

“Inisiatif ketua RT dan juga pemuda di sana. Aksesnya satu pintu di dusun itu. Nanti akan diterapkan satu desa, tapi ada sosialisasi dulu. Ini sebagai bentuk keseriusan kita kampanye penanggulangan korona,” jelas dia.

Di Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, penjagaan ketat akses masuk sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Para relawan Covid-19 berjaga di akses masuk desa. Semua pendatang akan didata, disemprot disinfektan, dan diberi edukasi mengenai penularan virus korona. (al/bun/ria)

(rs/ria/per/JPR/JPC)