Gardu Pandang Patiayam Kudus Minim Fasilitas dan Tak Terawat

oleh
PRIHATIN GARDU PANDANG: Ketua DPRD Kudus Masan dan jajarannya melakukan sidak pada gardu pandang Desa Patiayam Jekulo yang kurang terawat dan minim fasilitas. (DONNY SETIAWAN/ RADAR KUDUS)

KUDUS, RAKYATJATENG – Wisata di kompleks Patiayam, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus dipromosikan. Sayang promosi ini tak sejalan sejalan perawatan. Salah satunya gardu pandang. Tempat pemajangan fosil purba itu terlihat tak terawat.

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus terlihat kaca gardu pandang berdebu. Sementara di bagian lantai juga tampak noda dan debu yang menempel. Fosil-fosil di sana juga tertutup debu.

Ketua DPRD Kudus Masan kaget melihat kondisi Gardu Pandang saat kunjungannya kemarin. Dia menilai Pemkab tak serius menggarap potensi wisata.

Masan mengaku, Pemkab harus serius menggarap pontensi situs purbakala di Desa Terban. Mengingat tidak semua daerah memiliki situs purbakala. Apalagi, potensi ini didukung dengan bisa melihat secara langsung fosil dari tempat penemuan.

”Daerah belum tentu punya situs purbakala. Jadi Pemkab harus serius merawatnya,” ungkapnya.

Masan mengaku, saat menjadi Ketua Komisi B telah memberikan alokasi anggaran pengembangan situs Purbakala Patiayam. Di sisi lain, juga ada alokasi anggaran untuk juru pemelihara (Jupel) yang tupoksinya merawat tempat tersebut.

”Bagaimana mau dikunjungi wisatawan kalau situasi ini seperti ini. Padahal potensi ini luar biasa,” katanya.

Dengan bergerak bersama-sama, dia yakin bisa memajukan potensi di Terban ini. Untuk langkah sementara, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Supaya pemeliharaanya dilakukan secara serius. Selain itu, akses jalan menuju wisata perlu diperhatikan. Jika diperlukan anggaran untuk membangun akses jalan, pihaknya siap menggangarkan dana pembangunan tersebut.

Ke depan, Masan meminta Pemkab menambah etalase. Fungsinya untuk menampilkan temuan fosil yang ada. Sehingga menarik wisata edukasi di Kudus maupun di daerah lainnya. (gal)

(ks/mal/top/JPR/JPC)