Ibu di Blora Diduga Bunuh Bayinya, Mayatnya Disembunyikan di Bawah Dipan

oleh
ilustrasi: net

BLORA, RAKYATJATENG – Entah setan apa yang merasuki pikiran SN. Perempuan warga Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, Blora ini diduga tega membunuh bayinya usai melahirkan. Setelah dibunuh, mayat bayi itu lalu disembunyikan di bawah tempat tidur.

Kasat Reskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo mengungkapkan, sampai saat ini pelaku masih dirawat intensif di rumah sakit Purwodadi.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan kesehatan dokter, jabang bayi tersebut berkelamin perempuan. Meninggal karena kehabisan nafas.

”Bayi tersebut meninggal karena kehabisan nafas. Di hidung dan mulutnya ada bekas kemerahan, seperti bekas pembekapan,” ucap kasat Reskrim.

Diduga, si ibu dengan sengaja membekap bayi tersebut hingga kehabisan oksigen. Akhirnya meninggal dunia.

”Dugaan sementara, bayi tersebut adalah hasil hubungan gelap. Dan saat ini masih kami dalami, sambil menunggu ibu bayi sehat, untuk dilakukan pemeriksaan,” terangnya.

Berdasarkan pengakuan tersangka, pada Minggu (2/2) sekitar pukul 23.30, dirinya merasakan perut mual. Selanjutnya SN menuju ke kamar mandi. Namun sampai di kandang sapi pelaku sudah tidak tahan dengan rasa mual itu.

Selanjutnya, pelaku dengan posisi jongkok melepas celana dalamnya. Namun tiba-tiba bayi yang di dalam rahimnya keluar dan kepalanya membentur di tanah. Melihat hal tersebut, pelaku pingsan.

Berselang sekitar satu menit, pelaku sadar dan melihat kedua kaki jabang bayi bergerak. Tanpa pikir panjang, kemudian tangan kanan dengan kekuatan tenaga langsung membekam mulut bayi itu.

Sedangkan tangan kiri memegang bagian belakang kepala bayi. Sehingga tangan kiri mendorong ke depan. Sedangkan tangan kanannya mendorong mulut ke belakang. Pelaku kembali tidak sadarkan diri.

Saat sadar lagi, pelaku melihat bayi sudah tidak bernafas atau meninggal dunia. Kemudian pelaku langsung melepas kaus warna putih yang dipakainya. Kemudian digunakan untuk membungkus bayi dengan posisi jongkok menghadap ke timur.

Dengan menggunakan kedua tangannya, jenazah bayi tersebut ditaruh di bawah dipan yang berada di kandang sapi. Setelah itu pelaku langsung tidur di dipan tersebut.

Sekira pukul 06.30, pelaku dibangunkan oleh ibunya. Karena tidak bangun-bangun, akhirnya ibunya membopong pelaku menuju ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi langsung dimandikan.

Setelah itu, ibu pelaku memanggil adiknya dan disuruh untuk mencari mobil. Untuk membawa pelaku ke rumah sakit. Sekitar pukul 07.30, pelaku langsung dibawa orang tuanya ke Rumah Sakit Umum Permata Bunda Purwodadi.

Sesampainya di rumah sakit, pelaku ditanya oleh perawat dan mengaku bahwa habis melahirkan anak. Sedangkan bayinya ditaruh di bawah dipan yang berada di kandang sapi.

”Adapun maksud dan tujuan pelaku menaruh bayinya yang sudah meninggal di bawah dipan tersebut, untuk menutupi aibnya biar tidak diketahui oleh orang lain atau tetangganya. Serta kedua orang tuanya sendiri. Sehingga atas perbuatan pelaku tersebut membuat bayi meninggal dunia karena gagal pernapasan akibat dari bekapan tangan pelaku yang terlalu kuat. Sehingga pernapasan bayi terhambat,” imbuh Kasat Reskrim.

(ks/sub/lid/top/JPR/JPC)