Fokus Tangani Stunting dan Kemiskinan, PKK Jateng Siapkan Desa Binaan

oleh

SEMARANG, RAKYATJATENG – Sepanjang 2020 ini, Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah akan terus fokus membantu penanganan stunting dan kemiskinan. Bahkan, berkolaborasi dengan sejumlah pihak, mereka telah menyiapkan semacam desa binaan.

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya membantu pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat. Salah satunya, penanganan stunting demi terciptanya sumberdaya manusia (SDM) yang unggul.

“Mulai dari peningkatan pendidikan orang tua, perbaikan dari aspek lingkungan, sanitasi, infrastruktur, dan sebagainya, akan mempengaruhi penurunan stunting,” jelasnya saat Rapat Pleno TP PKK Provinsi Jateng, di Aula Kantor Dinas Permadesdukcapil Provinsi Jateng, Kamis (23/1/2020).

Tak hanya itu, imbuh Atikoh, persoalan kemiskinan juga menjadi perhatian TP PKK. Meski bukan hal yang baru, pihaknya pun tetap memrioritaskan pengentasan kemiskinan di masyarakat, dengan melibatkan seluruh pengurus dan kader PKK hingga tingkat dasa wisma.
Bahkan, pihaknya siap berkolaborasi dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja, pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/ kota, untuk membuat semacam desa binaan, dengan kriteria miskin, banyak penduduk yang perlu di-treatment.

“Nantinya di wilayah itu akan kami keroyok, penekanannya pada penanggulangan kemiskinan, terutama perempuannya. Sehingga perempuan bisa berkontribusi menggeliatkan perekonomian di wilayahnya. Termasuk juga pencegahan stunting,” terang ibu satu anak ini.

Wakil Ketua I TP PKK Provinsi Jateng Nawal Arafah Yasin menambahkan, dalam membantu menggerakkan perekonomian masyarakat, PKK tak berhenti menggerakkan peningkatan pendapatan keluarga dengan memberikan berbagai keterampilan, dan sebagainya.

Nawal berharap masyarakat pun terus berinovasi, khususnya dalam pemasaran, termasuk memanfaatkan teknologi untuk menambah keterampilan maupun pemasaran online.

“Pelatihan-pelatihan ini juga bisa dilakukan secara online, melalui video materi yang dikirim ke grup Whatsapp. Selanjutnya, ada dialog di grup itu,” ujarnya. (hms)