Batang Rintis Pusat Pelatihan Naker Kemaritiman, Ini Harapan Bupati

oleh
Bupati Batang Wihaji sedang menyaksikan penandatanganan kerja sama dengan perwakilan PT Coodas Prima. (Antara)

BATANG, RAKYATJATENG – Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, bekerja sama dengan PT Coodas Prima merintis pusat pelatihan tenaga kerja bidang kemaritiman, khususnya pekerjaan bawah air.

Bupati Batang Wihaji mengatakan bahwa Kabupaten Batang memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan industri kemaritiman karena ada proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang dipastikan akan membutuhkan tenaga kerja bidang kemaritiman yang cukup banyak.

“Kebutuhan tenaga kerja di bidang kemaritiman saat ini cukup banyak, sehingga kita menggandeng salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kemaritiman yaitu PT Coodas Prima,” katanya di Batang, Minggu (12/1/2020).

Bupati Wihaji yang didampingi Kepala Disparpora Wahyu Budi Santosa mengatakan sejak pembangunan hingga pengoperasian nanti, PLTU di Batang akan membutuhkan tenaga kerja, khususnya pekerjaan bawah air.

Pemkab Batang dan PT Coodas Prima, kata dia, sudah sepakat sehingga melalui pelatihan diharapkan akan menghasilkan tenaga kerja terampil dan profesional.

Perwakilan PT Coodas Prima Basuki Rahmad mengatakan Kabupaten Batang mempunyai potensi yang cukup besar, apalagi kedepan akan menjadi kawasan industri.

Selain itu, kata dia, posisi wilayah Batang yang berada di tepi laut memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri kemaritiman.

“Batang adalah salah satu lokasi strategis untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) bidang kemaritiman, apalagi dengan adanya dukungan penuh dari bupati,” katanya.

Ia mengatakan saat ini dibutuhkan sentra atau tempat untuk pembinaan SDM dibidang kemaritiman untuk tingkat provinsi bahkan Indonesia karena sektor maritim merupakan masa depan Indonesia sehingga SDM perlu dipersiapkan keterampilannya.

“Bidang kemaritiman tidak hanya di bidang perikanan saja, namun juga PLTU, pelabuhan, jembatan, perikanan di laut, serta kapal, dan pada hal itu perlu SDM yang fokus dibidang tersebut,” katanya. (Ant)