Perbaiki Kerusakan Akibat Angin Kencang, Pemprov Jateng Siapkan Rp 23 Miliar

oleh
Rumah rusak akibat angin kencang di daerah Batur Banjarnegara. (net)

SEMARANG, RAKYATJATENG – Pemprov Jawa Tengah menyiapkan anggaran Rp 23 miliar untuk penanganan dampak angin kencang. Bagi bangunan atau fasilitas publik yang rusak parah akan mendapatkan bantuan dari pos biaya tidak terduga APBD 2019 itu.

Data BPBD, angin kencang melanda 12 kabupaten di Jawa Tengah sejak Oktober 2019. Yakni Kabupaten Magelang (8 kecamatan), Wonosobo (8 kecamatan), Brebes (1 kecamatan), Boyolali (1 kecamatan), Tegal (1 kecamatan), Banjarnegara (2 kecamatan), Karanganyar (5 kecamatan), Batang (4 kecamatan).

Kemudian Wonogiri (4 kecamatan), Pemalang (1 kecamatan), Sragen (1 kecamatan), Kendal (1 kecamatan), dan Grobogan di beberapa desa. Total sebanyak 31 bangunan roboh dan 107 bangunan rusak berat.

“Akibat bencana ini, puluhan rumah dan bangunan lain seperti sekolah mengalami kerusakan, ada yang roboh, rusak berat, sedang dan ringan. Kerugian ditaksir hingga miliaran rupiah,” kata Kepala BPBD Jawa Tengah, Sudaryanto, Kamis (5/12/2019).

Anggaran Rp 23 miliar telah disiapkan untuk memberikan bantuan kepada korban yang mengalami kerusakan berat. Sedangkan rusak sedang dan ringan akan ditangani oleh pemerintah daerah masing-masing.

“Tidak semua dibantu, hanya yang roboh dan juga rusak berat. Untuk rumah roboh, mendapatkan bantuan Rp 15 juta per rumah, sementara rusak berat dibantu Rp 10 juta per rumah,” jelasnya.

Sudaryanto menyebutkan, untuk mencairkan bantuan itu, pihak kabupaten atau kota harus membuat surat pernyataan darurat angin kencang. Apabila rumah yang rusak akibat angin kencang lebih dari lima unit, maka pemerintah daerah dapat mengajukan bantuan kepada Pemprov Jateng.

“Dari anggaran tersebut, sampai akhir tahun ini sudah digunakan sebesar Rp 6,3 miliar. Sisanya, dapat digunakan untuk membantu warga yang menjadi korban bencana angin kencang di beberapa daerah. Kami masih menunggu pengajuan dari kabupaten kota,” terangnya.

Ia menambahkan, selain bantuan, sudah dilakukan upaya rapat koordinasi untuk antisipasi terjadinya korban bencana alam.

“Termasuk adanya surat edaran Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kepada masing-masing kabupaten kota untuk antisipasi bencana. Kami mengimbau agar masyarakat terus berhati-hati dan secepat mungkin menyelamatkan diri apabila terjadi bencana. Jangan lupa untuk selalu menjadi penolong bagi orang lain,” ujarnya. (detik)