Tangkal Hoax di Pilkada Serentak 2020, Ini Strategi KPU Jateng

oleh

SEMARANG, RAKYATJATENG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah sebentar lagi akan menggelar Pilkada serentak di 21 kabupaten/kota pada tahun 2020. Belajar dari Pemilu 2019, pihaknya tak ingin kecolongan lagi dengan maraknya hoax.

Untuk menangkal berita hoax, KPU Jawa Tengah bakal menggandeng sejumlah pihak. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran berita hoax saat Pilkada 2020 nanti.

Komisioner KPU Jawa Tengah, Diana Aryanti mengatakan, untuk menangkal berita hoax pada Pilkada nanti, KPU akan menggandeng sejumlah pihak. Antara lain Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Kominfo Jawa Tengah, Ditreskrimsus Polda Jateng, Netizen dan Blogger.

“Kami tidak punya kemampuan fact-checker, karena itu kami berelasi dengan mereka yang punya kapasitas dan kapabilitas menangkal hoax dan Ditreskrimsus Polda Jateng yang berwenang menangani hukum,” kata Diana usai menjadi narasumber dalam sosialisasi ”Strategi Media dalam Menangkal Hoax” yang diselenggarakan KPU Kota Semarang di Hotel Grandhika, Rabu (20/11)

Sementara itu, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom mengatakan, masa kampanye Pilkada 2020 ini berlangsung selama 71 hari, yakni 11 Juli-19 September 2020.

Menurutnya, masa tersebut merupakan masa yang disinyalir berita hoax akan beredar. Karena itu, sedini mungkin ia menyosialisasikan kepada para media untuk menangkal hoax agar Pilkada Kota Semarang 2020 berjalan lancar.

“Pada saat kampanye, 71 hari nanti, disinyalir hoax bisa saja beredar. Karena itu, kami mengajak media untuk menangkal berita-berita hoax,” katanya. (Sen)