Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timpa 22 Siswa, 13 Korban Masih Dirawat

oleh
Reruntuk aula SMKN 1 Miri yang roboh. (detikcom)

SRAGEN, RAKYATJATENG – Aula SMK Negeri 1 Miri, Sragen, roboh akibat angin kencang Rabu kemarin dan menimpa 22 siswa. Setelah menjalani pengobatan, 9 korban sudah diperbolehkan rawat jalan, sedangkan 13 korban masih dirawat di 4 rumah sakit.

“Sekarang masih ada 13 yang dirawat. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi, seluruh biaya perawatan akan ditanggung dinas,” kata Kepala Sekolah SMK Negeri 1, Sarno, Kamis (21/11/2019).

Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Cabang Dinas Disdik Provinsi Jateng Wilayah VI, Eriz Yunianto. Menurutya, 13 anak tersebut dirawat di 4 rumah sakit di Sragen, Solo dan Sukoharjo.

“Yang dirawat di RSUD Gemolong sudah tidak ada. 13 korban yang masih dirawat itu ada 7 di RSUD Sragen, 2 anak di RS PKU Muhammadiyah Solo, 1 anak di RSUP dr Moewardi Solo, dan 3 anak di RS Khusus Tulang Karima Utama Kartosuro (Sukoharjo),” paparnya.

Kondisi korban yang dirawat, ada yang patah tulang, cedera kepala hingga luka terbuka di bagian tubuh lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen, Suwardi, mengatakan meski wewenang penanganan SMK ada di provinsi, namun karena kejadiannya di wilayah Kabupaten Sragen, pihaknya turut memastikan semuanya tertangani dengan baik.

“Sekarang fokus ke penanganan korban dulu. Kita cukup beruntung tidak timbul korban jiwa. Yang penting kegiatan belajar jalan terus,” ujarnya. (detik)