Tunggakan BPJS masih Rp1,3 Miliar, Ini Harapan PD Farmasi Kendal

oleh
ilustrasi: net

KENDAL, RAKYATJATENG – Sampai dengan saat ini, ternyata PD Farmasi Kabupaten Kendal memiliki piutang atau tunggakan klaim pembayaran dari BPJS. Apotek Daerah Kendal merupakan satu-satunya apotek di Kabupaten Kendal yang bekerja sama dengan BPJS. Dalam hal ini, Apotek Daerah melayani pembelian obat-obatan dari seluruh puskesmas di Kabupaten Kendal yang menggunakan BPJS.

Direktur Perusda Farmasi Kendal, Amin Jazuli mengatakan, di Kabupaten Kendal ada 30 puskesmas yang harus dilayani kebutuhan obat-obatannya dengan menggunakan BPJS. Dikatakan, tunggakan klaim dari BPJS tahun 2019 yang sudah terbayar baru bulan Januari sampai Juni.

Sementara untuk klaim pembayaran dari BPJS mulai Bulan Juli sampai Oktober 2019 yang belum terbayar mencapai Rp1,3 miliar. “Mudah-mudahan klaim pembayaran dari BPJS tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Klaim tahun 2018 bisa dilunasi di tahun 2019, sehingga tidak menggadaikan sertifikat lagi untuk menutup kebutuhan yang mendesak,” terangnya, kemarin.

Terkait dengan target pendapatan Perusda Kendal tahun 2019 ini, Amin optimis bisa meraih laba bersih melebih target. Tahun ini Perusda Farmasi Kendal ditarget mendapatkan laba bersih sebesar 290 juta.

Sementara ini laba bersih yang telah diraih, mulai Januari sampai September 2019, sudah mencapai 90 persen atau sekitar Rp261 juta. “Kami optimis untuk laba bersih tahun 2019 ini bisa melampaui terget sampai akhr Desember mendatang,” katanya.

Amin menjelaskan, sumber pendapatan tersebut diperoleh dari penjualan obat-obatan kepada puskesmas, praktek dokter, dokter keluarga dan penjualan obat kepada masyarakat. Untuk meningkatkan pendapatan, pada tahun 2021 akan membuka apotek baru di daerah Boja atau Weleri.

Tujuannya untuk mendekatkan dengan pelanggan utama, yaitu puskesmas-puskesmas yang selama ini hanya dilayani di Apotek Daerah Kendal. “Selain itu juga untuk ekspansi pasar, sehingga bisa meningkatkan pendapatan,” pungkasnya. (fik/RP)