Pancaroba, BPBD Boyolali Imbau Masyarakat Waspadai Angin Kencang

oleh
Salah satu rumah warga yang roboh akibat diterjang angin kencang di Desa Jerukan Kecaatan Juwangi Kabupaten Boyolali, pada Sabtu (9/11). (Foto:dokumen BPBD Boyolali)

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mengimbau masyarakat waspadai setiap turun hujan yang disertai angin kencang di wilayah tersebut ketika memasuki musim pancaroba.

“Kami meminta masyarakat terus waspada setiap hujan turun disertai angin kencang dan tunda keluar rumah atau bepergian,” kata Kepala pelaksana harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo di Boyolali, Senin (11/11).

Bambang Sinungharjo menjelaskan sebagai langkah antisipasi adanya bencana alam angin kencang, masyarakat diminta memangkas ranting pohon-pohon besar yang akar tidak kuat di sekelilimng rumah. Hal itu, untuk mengurangi beban pohon ketika diterjang angin kencang tidak rohoh.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Boyolali hingga kini terus melakukan pemangkasan ranting-ranting pohon di sepanjang pinggir jalan protokol yang dianggap bisa membahayakan pengguna jalan.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat waspadai bencana tanah longsor terutama daerah dataran tinggi Boyolali bagian Selatan. Terutama jalur Boyolali-Cepogo-Selo yang rawan longsor.

Dia mengatakan akibat bencana angin kencang sejumlah rumah milik warga di Desa Jerukan, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, rusak berat dan ringan beberapa waktu lalu.

“Dari hasil pendataan akibat hujan disertai angin kencang di Desa Jerukan Boyolali bagian Utara itu, menyebabkan lima rumah warga roboh, pada Sabtu (9/11) petang,” sebutnya.

Menurut dia, lima rumah yang roboh di Desa Jerukan tersebut milik Nardi, Nuri, Sawali, Parman dan Mungin.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Boyolali bersama warga setempat telah melakukan gotong royong membantu pembersihan puing-puing bangunan pada korban. Namun, kejadian itu, tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Selain itu, TRC BPBD juga memberikan bantuan logistik kepada lokasi kejadian untuk membantu para korban rumah roboh. Pemerintah bersama warga kemudian akan melakukan pembangunan kembali rumah semi permanen milik para korban.

Bencana angin kencang itu, lanjut dia juga mengakibatkan belasan rumah warga lainnya rusak ringan karena genting berterbangan. Rumah warga yang kategori rusak ringan hanya mengalami kerusakan pada bagian atapnya atau gentinnya melorot.

“Akibat bencana itu, rumah warga yang rata-rata terbuat dari kayu dan bambu tidak mampu menahan kuatnya terjangan angin sehingga roboh,” ujarnya. (Ant)